Satpol PP Melakukan Penyelidikan Pedagang Asongan Anak

KBRN, Tarakan : Pedagang asongan yang dilakukan oleh anak-anak kembali marak di Tarakan. Mereka banyak berkeliaran di simpang THM, pusat perbelanjaan dan beberapa lokasi strategis lainya.

Untuk itu, Satpol PP Kota Tarakan akan melakukan penangkapan sekaligus mencari orang yang mempekerjakan anak-anak tersebut.

Berdasarkan penelusuran oleh inteligen Satpol PP terdapat basecamp di Jalan Gajah Mada yang dijadikan sebagai tempat antar jemput anak-anak usia SD ini. Kebanyakan mereka berjualan jagung tembak atau popcorn yang dijajakan di persipangan traffic light, pertokoan, maupun pusat perbelanjaan.

“Orangtua maupun pedagang yang mempekerjakan anak-anak ini akan kita tindak sekaligus melakukan pembinaan. Selama ini anak-anak ini banyak lagi berjualan di sore dan malam hari, padahal mereka ini seharusnya belajar bukan berjualan,” tegas Kepala Satpol PP Tarakan, Hanip Matiksan, Senin (1/3/2021).

Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengamankan sekitar 10 anak pedagang asongan dan telah melakukan pembinaan, namun akhir-akhir ini kembali marak.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan untuk mendata dan melakukan pembinaan.

Dalam pasal 68 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 menyebutkan, bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak, dan dalam ketentuan undang-undang tersebut, anak adalah setiap orang yang berumur dibawah 18 tahun. Dengan demikian, orang dengan usia 18 tahun ke atas yang diperbolehkan pemerintah untuk bekerja.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00