Sosialisasi Perkarantinaan, BKP Tekankan Semua Komoditas Tanaman dan Hewan Wajib Diperiksa

KBRN, TARAKAN : Lalulintas media pembawa, hewan maupun tumbuhan harus melalui pelabuhan dan bandara di Tarakan, konsisten di awasi Balai Karantina Pertanian (BKP). Hal ini dilakukan guna mencegah masuk dan keluarnya hama penyakit.

Kepala BKP Tarakan, Akhmad Al Faraby menerangkan, pengawasan ini dimaksud agar kesehatan tumbuhan maupun hewan yang akan keluar dan masuk Tarakan terjamin dikonsumsi atau dikembangbiakkan.

"Semua barang masuk harus ada sertifikat dari negara asal dan dilaporkan ke petugas karantina di tempat-tempat yang sudah Ditetapkan pemerintah sesuai Undang undang No. 21 tahun 2019. Selanjutnya akan diterbitkan sertifikat kesehatan, setelah diperiksa oleh ahli," terangnya, usai sosialisasi dalam rangka Hari Karantina Indonesia ke 143 Tahun, Rabu (21/10/2020).

Dalam melakukan pengawasan ini pihaknya menggandeng jasa ekspedisi yang ada di Tarakan, untuk meminimalisir pengiriman tumbuhan atau hewan yang tidak berizin."Kami selalu memeriksa komoditas terkait dengan pertanian, hewan maupun tumbuhan. Semua ekspedisi sudah bekerja sama dengan kami, dan itu memang wajib," ungkap Akhmad Alfaraby.

Alfaraby menegaskan, walaupun komoditas yang dimaksud untuk tetap harus melalui pemeriksaan karantina guna memastikan kesehatan tumbuhan dan hewan yang dibawa. Hal ini sering ditemukan di lapangan, adanya media pembawa yang tidak memenuhi syarat perkararantinaan, sehingga disita untuk dimusnahkan.

"Karena tidak ada jaminan bahwa hewan atau tumbuhan yang dibawa ini sehat. Bahkan, ada atau tidak sertifikat dari daerah asal, tetap diperiksa. Ada sertifikat pembebasannya nanti, kalau sudah dipastikan sehat," ujarnya.

Ia menyebut, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui wajib lapor karantina, terutama barang penyelundupan. Ia menilai, masih banyak orang yang membawa media komoditas pertanian seperti daging kerbau beku dan daging ayam beku.

"Kita terima laporan, masih ada yang beredar (daging kerbau dan ayam beku ilegal). Semua harus sesuai prosedur perkarantinaan, tidak hanya dalam bentuk besar, tapi setengah ekor atau setengah kilogram itu, tetap harus diperiksa," bebernya. (Crz)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00