Rumah Batik Binaan Pertamina EP Tarakan Harapan Disabilitas Berwirausaha

KBRN, Tarakan : Rumah batik disabilitas, dibawah binaan PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field, oleh wali kota Tarakan dr. Khairul diresmikan, Jumat pagi (14/8/2020). Peresmian tersebut sebagai langkah nyata melatih dan memberdayakan penyandang disabilitas untuk berwirausaha utamanya dalam kerajinan batik motif Tarakan. 

dr. Khairul mengatakan, dengan adanya rumah batik disabilitas diharapkan mampu memberi keterampilan bagi penyandang disabilitas, sehingga dari ilmu membatik yang didapatkan bisa membantu penyandang disabilitas membuka peluang usaha membatik nantinya. 

"Tarakan punya batik, yang menjadi tugas pemerintah dan perusahaan bagaimana membeli produksi batik Tarakan yang dihasilkan oleh pengrajin batik. Begitu juga dengan teman-teman disabilitas dari rumah batik ini selain mendapatkan ilmunya juga bisa membuka peluang usaha sendiri nantinya," Kata Khairul.

Field Manager, Pertamina EP Asset 5 Tarakan, Agung Wibowo menambahkan, program rumah batik disabilitas merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field dan sudah dimulai dari 2019 lalu. Dibawah binaan Pertamina selama 5 tahun kedepan diharapkan mampu mandiri nantinya 

"Alhamdulillah Kawan-kawan disabilitas cukup antusias untuk membatik, yang awalnya hanya ada 5 orang sekarang sudah bertambah hingga 25 orang penyandang disabilitas yang ikut bergabung," ungkapnya. 

Rumah batik disabilitas yang beralamat di RT 07 nomor 05 Kelurahan Kampung 1 Skip Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan, merupakan bagian dari Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) dibawah binaan langsung pengerajin batik motif Tarakan Sony Lolong. "Manajemen Pertamina EP Tarakan sudah menggunakan batik Tarakan dengan desain Pertamina, sejalan dengan Pemerintah Kota yang juga mengunakan batik Tarakan" jelas Agung. 

Lina salah seorang perwakilan disabilitas mengungkapkan, dalam membatik awalnya agak kesulitan namun seiring waktu berjalan dirinya mulai terbiasa membatik. 

"Dengan keterbatasan fisik, sedikit agak kesulitan utamanya saat melorotkan kain batik, tapi saya tetap belajar bersama teman-teman," beber Lina. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00