Program SAE Wujud Kemandirian Warga Binaan

KBRN, TARAKAN : Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, dinilai dapat menyiapkan Warga Binaan siap kerja setelah bebas dari Lapas.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim-Kaltara, Agus Subandriyo mengakui, mengapresiasi program SAE KUPT Pas Tarakan. Lantaran SAE merupakan wujud program kemandirian warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat.

"Kami mengajari bagaimana dapat bercocok tanam, bertukang, memelihara ikan yang baik, dan lain sebagainya. Kami harapkan saat mereka pulang nanti, di bantu Walikota melalui Perbankan, seperti di bantu permodalannya, dan tetap di beri pendampingan dari perguruan tinggi. Ini rencana kita," ujarnya, usai melakukan penanaman sebukit pohon durian, Launching program SAE, sekaligus peresmian Bapas Tarakan, Rabu (22/7/2020).

Menurut Agus, dengan program SAE ini dimaksud Agar warga binaan bisa kembali di terima masyarakat."Meskipun walikota membantu, tapi kalau masyarakat tidak menerima, dan dunia usaha masih takut menggunakan mereka (Warga binaan, red), dan jika mereka kembali lagi siapa yang salah coba. Jadi masyarakat jangan takut dengan mereka," harapnya.

Kepala Lapas Kelas II A Tarakan Yosef Yambise menambahkan, warga binaan yang melakukan kegiatan asimilasi ada syarat tertentu, melalui seleksi yang dilakukan oleh tim pengamat permasyarakatan Lapas Tarakan.

"Saat ini ada 14 orang warga binaan yang bisa melakukan kegiatan SAE karena memenuhi syarat subtantif dan administratif. SAE ini program Direktorat Jendral Permasyarakatan, yaitu resolusi permasyarakatan tahun 2020, kita baru memulainya di Lapas Tarakan," terang dia.

Ia menjelaskan, melalui SAE ini warga binaan dapat berbaur dengan masyarakat seperti sharing pendapat bersama Pak RT, Lurah, maupun Dinas Perkebunan atau Perikanan.

"Jadi yang punya bakat untuk bertani jika di dalam Lapas saja, akan sakit-sakit dan tidak berkembang. Disamping itu dengan adanya kemauan mereka bertani seperti ini dapat membantu ketahanan pangan," jelas Kepala Lapas Tarakan. 

Besar harapannya masyarakat tidak menolak warga binaan ini setelah keluar dari Lapas."Ingat tidak semua orang di dalam penjara itu jahat, dan tidak semua orang di luar penjara itu baik. Kita ini manusia biasa, mari kita bina mereka. Kita sepakat Lapas Tarakan sedikit demi sedikit berubah kearah yang lebih baik," demikian Yosef. (crz).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00