Tak Taat PSBB, Satpol PP Tarakan Siap Beri Sanksi Tipiring Bagi Pedagang

KBRN, Tarakan : Satpol PP Tarakan pastikan akan mengambil tindakan tegas kepada pedagang penjual makanan serta toko penyedia kebutuhan rumah tangga yang tidak menutup usahanya sesuai jam yang telah ditentukan selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Satpol PP Tarakan, Hanip Matiksan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) telah menerapkan PSBB   sejak 26 April hingga 30 Mei 2020. Selama 3 hari berjalan, petugas Satpol PP, TNI/Polri telah melakukan sosialisasi dan memberikan peringatan kepada pedagang kaki lima yang menjual makanan dan minuman, cafe, serta pertokoan untuk menaati jam buka dan jam tutup selama PSBB.

"Saya sudah minta izin ke pak wali kota untuk mengambil tindakan, karena kita telah melakukan sosialisasi," kata Hanip, Rabu (29/4/2020).

Hanip menegaskan, tindakan yang lebih dahulu diambil ketika ada yang tidak mengindahkan aturan jam buka serta tutup yakni mengamankan perlengkapan jualan dan diberi peringatan kepada pedagang.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan sanksi berupa tindak pidana ringan (Tipiring) kita kenakan kepada pedagang yang membandel," tegasnya.

Selama pemberlakuan PSBB di Kota Tarakan, restoran dan usaha rumah makan wajib tutup pukul 21.00 WITA, sedangkan untuk pedagang kaki lima kuliner buka mulai pukul 16.00 hingga pukul 22.00 WITA, bagi pedagang takjil buka mulai pukul 15.00 WITA dan tutup pada pukul 19.00 WITA.

"Untuk penjual sembako wajib tutup pukul 20.00 WITA, SPBU hanya melayani sampai pukul 18.00 WITA. Sedangkan bagi angkutan umum yang melayani pengantaran barang sampai pukul 20.00 WITA terkecuali mengantar pasien gawat darurat," tutup Hanip.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00