Pengelolaan Limbah Medis Belum Maksimal

KBRN, Tarakan : Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Energi Mandiri, Hendra Arfandy mengatakan, masih ada perusahaan transportir limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kaltara yang belum mematuhi aturan.

Di mana khusus untuk limbah medis yang berasal dari pasien Covid-19 harus segera dimusnahkan, paling lambat 2 x 24 jam atau selama dua hari.

“Dalam waktu dua hari harus dimusnahkan. Di Tarakan yang sudah punya mesin pencacah dan sterilisasi limbah medis, adalah Perumda Energi Mandiri. Kalau yang di RSUD alatnya adalah incenerator atau pemusnahan limbah medis dengan cara dibakar. Masih ada perusahaan yang menyimpan limbah medis, khususnya bekas perawatan pasien Covid-19 yang disimpan lebih dari 48 jam, itu tidak boleh,” tegasnya, Selasa (13/4/2021).

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengawasan terhadap pengelolaan limbah B3, harus menjalankan pembinaan lebih baik lagi. Apalagi kalau ada bukti bahwa ada perusahaan transportir limbah B3 atau pengolah yang terbukti lalai atau melanggar ketentuan bisa diberi snaksi pencabutan izin usaha.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00