Larangan Mudik, Kapal Pelni Tetap Beroperasi

KBRN, Tarakan : Kebijakan pemerintah untuk melarang perjalanan mudik Lebaran 1442 Hijriah mulai 6-17 Mei, tidak berdampak pada operasional kapal yang dikelola oleh Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Meskipun tetap berlayar, namun penupang wajib memenuhi syarat perjalanan termasuk penerapan protokol kesehatan.

Kapal kita tetap beroperasi, yang melayani Tarakan KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang. Sedangkan untuk kapal perintis ada KM Sabuk Nusantara 97. Kita tetap beroperasi karena larangan mudik tidak sampai dua minggu, hanya 11 hari. Kalau kapal kita setop beroperasi akan rancu se-Indonesia,” terang Kepala Cabang Pelni Tarakan, Whendy R Imkotta, Selasa (13/4/2021).

Meskipun tetap beroperasi, namun Whendy menegaskan tidak akan mengangkut penumpang di tanggal larangan mudik tersebut. Kalaupun ada yang terpaksa dengan alasan tertentu wajib memenuhi syarat yang telah ditetapkan, seperti surat keterangan ketua RT dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, tetap wajib memenuhi protokol kesehatan dengan mencantumkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen dan Genose.

Jumlah penumpang kapal selama musim mudik Lebaran dan momen Natal serta tahun baru, selalu ada peningkatan yang cukup signifikan. Namun selama masa pandemi Covid-19 jumlahnya tidak sesignifikan saat kondisi normal.

Diakui Whendy, selama ini pendapatan Pelni paling besar pada saat momen mudik Lebaran maupun Natal dan tahun baru. Jika biasanya sekitar 700 sampai 900 penumpang, di momen tersebut bisa mencapai 1.700-1.900 penumpang, sehingga terdapat kenaikan antara 50-100 persen.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00