Alur Pelayaran Wajib Diketahui Nelayan

KBRN, Tarakan : Kecelakaan speedboat dengan kapal nelayan sudah terjadi beberapa kali. Awal Maret lalu, terjadi kecelakaan antara SB Dewa Sebakis 2 dan kapal nelayan jenis perahu ketinting atau longboat. Dalam insiden ini, memakan dua korban jiwa yang merupakan suami istri.

Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan meminta masyarakat nelayan juga memahami, di jalur mana saja yang merupakan alur pelayaran.

“Jangan sampai di jalurnya malah dibuat memutar, jadi pada saat speedboat melintas dengan bebasnya terhalang kapal kecil,” ujar Kepala KSOP Tarakan, Capt M. Hermawan, kemarin (8/4/2021).

Ia juga sudah menyampaikan kepada pihak Pelindo agar mengumpulkan tokoh adat, tokoh masyarakat maupun para nelayan. Selanjutnya disampaikan informasi publik, mana saja yang menjadi alur pelayaran. Sehingga para ketua ini akan menyampaikan kepada anggotanya, mana saja yang menjadi alur pelayaran.

Nantinya, jika ada kapal nelayan yang hendak memotong jalan, mau sandar dan lainnya akan mengetahui mana saja alur yang bisa digunakan.

Selain itu,nNelayan juga harus mengetahui jadwal keberangkatan kapal. Bahkan ia menyebut, kecelakaan kapal yang terjadi awal Maret lalu, sebenarnya merupakan jalur speedboat.

Namun, ia memastikan tidak ada larangan dari KSOP SB Dewa Sebakis 2 untuk berlayar, usai terjadi kecelakaan dengan kapal nelayan, belum lama ini.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan SB Dewa Sebakis 2 dengan perahu ketinting, terjadi di depan dermaga swasta, di wilayah perairan Juata Laut, sekira pukul 09.00 Wita, 3 Maret lalu. Speedboat berangkat dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, dengan membawa 47 orang penumpang dan 4 anak buah kapal (ABK) tujuan Nunukan.

Motoris kapal, SK langsung diamankan personel Dit Polairud Polda Kaltara sedangkan nelayan yang merupakan suami istri, Pamma (73) dan Hasiyah (55) meninggal dunia. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00