Pengamat, Kusnaeni: Rotasi Pemain Kunci, U-17 Lolos Sempurna
- 11 Apr 2025 09:16 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Tim Nasional (Timnas) U-17 Indonesia menunjukkan performa gemilang di Piala Asia U-17 2025 dengan meraih hasil sempurna di Grup C. Pada laga terakhir yang digelar di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah, Jumat (11/4/2025) dini hari WIB, Garuda Muda berhasil menaklukkan Afghanistan dengan skor 2-0.
Dua gol kemenangan Indonesia tercipta di penghujung laga melalui Fadly Alberto Hengga (90+5') dan Zahaby Gholy (90+6'). Hasil ini memastikan Indonesia menjadi juara Grup C dengan raihan 9 poin dari tiga pertandingan, setelah sebelumnya mengalahkan Korea Selatan (1-0) dan Yaman (4-1).
Kemenangan atas Afghanistan ini tidak hanya mengamankan posisi puncak Grup C, tetapi juga mengantarkan Timnas U-17 Indonesia ke babak perempat final Piala Asia U-17 2025. Garuda Muda memperoleh catatan yang membanggakan tiga kemenangan dari tiga laga.
Ini merupakan pencapaian terbaik Timnas U-17 Indonesia di babak penyisihan grup Piala Asia U-17 sepanjang sejarah partisipasi mereka.
Pengamat Sepakbola Indonesia, Mohammad Kusnaeni, mengatakan Hasil pertandingan melawan Afganistan mungkin kurang memuaskan bagi sebagian pecinta sepak bola Indonesia. Meskipun timnas U-17 menang, tapi skor 2-0 dirasa kurang meyakinkan.
Cara pandang semacam itu sebetulnya kurang pas. Penampilan melawan Afghanistan tidak boleh hanya diukur dari skor akhirnya semata.
Pasalnya, laga melawan Afghanistan sudah tidak lagi memengaruhi posisi timnas U-17 sebagai juara grup. Sehingga coach Nova tidak menurunkan tim terbaiknya dan memilih merotasi sebagian besar pemain.
“Hanya ada 4 pemain yang inti menjadi starter, sisanya pemain pelapis,” kata Mohammad Kusnaeni, Jumat (11/4/2025).
Menurutnya, penampilan timnas U-17 kurang optimal dan diwarnai banyak kesalahan mendasar. Bahkan dua gol kemenangan baru lahir di akhir pertandingan.
Tapi, sebetulnya, banyak sisi positif yang didapat di luar hasil akhirnya. Terutama kesempatan pelatih melihat seluruh potensi pemain yang dibawa ke Piala Asia ini.
“Pelatih perlu mengetahui potensi dan kapasitas seluruh pemain yang ada,” katanya.
Hal itu penting untuk memetakan kekuatan tim untuk menuju Piala Dunia U-17 pada November mendatang. Selain itu, banyaknya pemain inti yang diistirahatkan juga berdampak positif.
“Mereka bisa memulihkan kondisi sekaligus mengurangi potensi cedera akibat jadwal yang terlalu padat,” tuturnya.
Sekarang, coach Nova dan jajaran pelatih bisa melihat langsung bahwa tim masih butuh penguatan materi pemain di posisi belakang, tengah, maupun depan. Itu mutlak karena lawan-lawan di Piala Dunia nanti jauh lebih kuat dibanding Afghanistan maupun Yaman.
“Jadi, bagi saya, kemenangan 2-0 atas Afghanistan tetap harus disyukuri,” ujarnya.
Kemenangan 2-0 atas Afganistan membuat timnas U-17 mencatat hasil sempurna di fase grup yang akan memberi tambahan rasa percaya diri kepada pemain. Sisi positif lain, banyaknya pemain pelapis yang dimainkan juga bisa mengaburkan pengamatan calon lawan kita di fase gugur.
Setelah Indonesia lolos, calon-calon lawan dari Grup D pasti mulai mengamati permainan Indonesia. Kalau mereka menjadikan laga lawan Afghanistan sebagai patokan, mereka bisa keliru memahami kekuatan Indonesia.
“Jadi, itu akan sedikit menguntungkan bagi timnas U-17 saat tampil di perempat final nanti,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....