Asuransi Nelayan Bintan Menjadi Perhatian AWe

KBRN, Bintan : Keluhan nelayan tangkap tradisional di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, akan menjadi prioritas untuk mengantongi asuransi yang dinantikan sudah sejak lama sejumlah nelayan.

Calon Bupati Bintan, Alias Wello, ketika melakukan silaturahim bersama sejumlah nelayan melalui organisasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan, mengatakan akan menindaklanjuti keluhan nelayan itu jika terpilih.

" Kalau soal asuransi, sesuai pengalaman di Lingga, 8 ribu nelayan sudah mengantongi asuransi sebagai bekal nelayan," ujar Alias Wello, saat besembang bersama pengurus KNTI Bintan, Selasa (29/9/2020).

Dikatakan, AWe, pada dasarnya jumlah nelayan Lingga yang sudah dilindungi asuransi terdapat 10 ribu orang nelayan. Dari jumlah tersebut terdapat 2 ribu orang lainnya, diasuransikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

" Untuk masalah komitmen, jangan ragu lagi. Sekali lagi, kalau hanya untuk persoalan asuransi nelayan di Bintan itu, saya pastikan ada seperti di Lingga, nantinya," imbuhnya.

Ketua KNTI Bintan, Syukur Harianto, mengaku sudah lama mendengar sepak terjang AWe dalam memproteksi keselamatan nelayan tradisional di Lingga. Ia berharap pemimpin Bintan, ke depan lebih peka terhadap nasib nelayan tradisional.

" Di tahun 2018 lalu, ada 2.000 orang nelayan Bintan yang diasuransikan. Meskipun anggarannya dari APBN. Namun, sejak tahun 2019 sampai saat ini, sudah tak ada sama sekali," tutur pria yang akrab di sapa Buyung Adly.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00