Pemilu 2019 Dinilai Pemilu Yang Rumit

KBRN, Tanjungpinang : Bagi yang paham soal Pemilu, maka  Pemilu 2019 ini Pemilu yang rumit. Ditambah 55 hari jelang penghitungan suara, Peraturan KPU tentang penghitungan suara belum ada. Padahal aturan ini yang ditunggu karena pasti beda dengan aturan sebelumnya.

Soal lima surat suara, lalu jumlah surat suara yang tidak sama antara suara Presiden, DPR dan DPRD maupun DPD tentu menambah bingung KPPS jika pembekalan untuk petugas Pemilu tak dipersiapkan sebaik baiknya.

“Ditambah, penghitungan akan selesai tengah malam di mana petugas mulai lelah, saksi mulai tak betah di TPS karena dari pagi sudah bertugas dan warga mulai balik ke rumah masing masing. Ini perlu diwaspadai oleh penyelenggara Pemilu. Jangan sampai perilaku curang Pemilu terjadi karena kondisi yang sama-sama melelahkan,” ungkap mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang periode 2013-2018, Robby Patria di Tanjungpinang, Rabu (13/02/2019).

Dijelaskannya lagi, tugas pengawasan TPS yang dicari sekarang oleh Bawaslu harus benar benar paham soal aturan. Jangan hanya memenuhi kouta tanpa dibekali dengan pemahaman yang memadai. Tentu hal itu akan menambah rumit Pemilu. Mereka yang jadi pengawas harus lebih paham dari yang diawasi yakni KPPS. Dengan demikian mereka tahu kesalahan yang dilakukan petugas. Dan harapannya dapat membenarkan di TPS.

“Oleh karena itu padatnya jadwal KPU mempersiapkan penghitungan logistik, PKPU Tungsura harus disiapkan dan dipelajari baik baik oleh KPPS maupun pengawas TPS dan saksi parpol,” tegasnya.

Kalau di Pilkada lalu, sore hari pemenang sudah bisa diketahui, tapi untuk Pemilu 2019, sore petugas masih menghitung dan dini hari baru mengisi puluhan lembar form untuk saksi DPD, untuk parpol maupun untuk pengawas. Maka,  kekuatan fisik dan semangat harus ditanamkan kepada petugas supaya tidak lelah.

“Kita memang pernah membuat pemilu dengan 36 partai, tapi itu hanya empat surat suara. Kali ini, dengan sistem ambang batas parlemen yang akan mengurangi jumlah partai di parlemen, maka semua partai yang berkompetisi pada pemilu 2019 akan berjuang maksimum sampai titik darah penghabisan agar Parpol mereka tetap berkibar dan benderanya tidak berganti lambang untuk pemilu 2024,” tutup Robby.(AW)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00