Polda Kepri Berhasil Ringkus “MS” Pelaku Penyeludup Pekerja Migran Indonesia Ilegal

KBRN, Tanjungpinang; Polda Kepri berhasil menangkap MS terduga pelaku tindak pidana penempatan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal di Kampung Lembang Jaya Batu Besar, kecamatan Nongsa, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto,S.I.K melalui Kepala bidang kehumasan Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga mengatakan, kronologis kejadian berawal Pada hari sabtu tanggal 15 juni 2019 sekira pukul 21.00 wib anggota subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa diduga adanya calon PMI Ilegal yang telah datang dari NTT (Nusa Tenggara Timur) dan tiba di Batam melalui jalur laut dengan memanfaatkan arus balik lebaran untuk tujuan dapat menjadi PMI Ilegal di negara Malaysia.

“setelah calon PMI Ilegal tiba di Kota Batam, selanjutnya ditampung dirumah saudara MS yang berperan sebagai pengurus atau penampung PMI Ilegal yang berlokasi di Batubesar, Nongsa, Kota Batam,” kata Kombes Pol Drs.S. Erlangga Kabidhumas Polda Kepri ketika melakukan pres reales bertempat di Pendopo Polda Kepri, Senin (17/6/2019)

Erlangga mengungkapkan, Pekerja Migran Indonesia tersebut tidak memiliki dokumen yang lengkap untuk pesyaratan sebagai PMI yang resmi. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang yang diduga sebagai pelaku yang mengurus atau menampung 21 (dua puluh satu) orang PMI Ilegal tersebut, 21 orang yang terdiri dari 15 (lima belas) orang laki-laki dan 6 (enam) orang perempuan. Dan selanjutnya dibawa ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri guna proses penyidikan lebih lanjut.

“satu orang kita amankan beserta saksi atau korban sebanyak 21 orang asal Nusa Tenggara Timur,”UNGKAP Erlangga

laki-laki, pekerjaan Wiraswasta, Alamat Kampung Lembang Jaya Batu Besar, kecamatan Nongsa, Kota Batam. Dan saksi atau Korban asal Nusa Tenggara Timur sebanyak 21 orang yang terdiri dari 15 (lima belas) orang laki-laki dan 6 (enam) orang perempuan.

Selain itu juga diamankan sejumlah barang bukti 1 (satu) unit Mobil Inova warna Silver, 1 (satu) Unit Handphone Merk Strawberry Warna merah, 1 (satu) Unit Handphone merk vivo warna merah kombinasi biru.

“atas perbuatanya tersangka di kenakan Pasal yang dilanggar adalah Pasal 80, Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ancaman Hukuman Paling Lama 10 (Sepuluh) Tahun  Penjara,”pungkasnya.(RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00