Peras Pejabat Sekwan DPRD Kepri, 2 Oknum Wartawan Terancam 9 Tahun Penjara

KBRN, Tanjungpinang; Ilham Rokan (48) dan Alfian (49)  dua oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan kepada pejabat Sekretariat (Sekwan) DPRD Provinsi Kepri terancam hukuman 9 Tahun penajara.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SH,  S.I.K  bersama Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP. Efendri Ali, SH, MH merilis kronologis dua oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap pejabat Sekwan DPRD Kepri.

Dijelaskan Ucok, Pemerasan terhadap Pejabat DPRD Kepri Benito,  Kejadian berawal pada bulan Juli Tahun 2018 IR (Ilham Rokan) mendatangi ruangan Benito di kantor Sekretariat DPRD Kepri dengan kapasitas sebagai Ketua LSM KPK. Kedatangan IR untuk memberitahukan bahwa ada kecurangan yang terjadi di kantornya dengan membawa beberapa donkumen yang berisikan kecurangan penyelewengan anggaran di DPRD Kepri.

“IR mengancam akan mempublikasikan kecurangan tersebut, Namun ancaman tersebut tidak akan dilakukan apabila benito bersedia memberikan uang sebesar 300 juta,” Jelas AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SH, S.I.K Kapolres Tanjungpinang, Jumat (18/1/2019)

Ucok juga mengatakan, Benito meminta waktu melaporkan hal tersebut kepada pimpinannya. Pada bulan Juli 2018 Benito akhirnya memberikan uang sebesar Rp. 10 Juta kepada Ilham Rokan  disalah satu tempat karauke di Kota Tanjungpinang. Tidak puas dengan uang yang telah didapat, selanjutnya IR kembali menghubungi salah satu staf  Benito untuk meminta uang sebesar Rp. 50 Juta agar diberikan kepadanya. Setelah itu Alfian oknum wartawan on line KPK yang merupakan anak buah Ilham Rokan mengambil uang tersebut dan berjanji tidak akan membuat berita yang menjatuhkan dikantor tempatnya bekerja.

“pada 14 januari 2019 oknum wartawan ini membuat berita on line dengan judul “Hamidi; Saya Pusing Dana Publikasi Dihabisi Benito,” kata Ucok

Merasa terusik dengan pemberitaan tersebut, Benito pada hari Selasa (15/1/2019) menghubungi Alfian dan Ilham Rokan agar menarik berita miring tentang kantor tempatnya bekerja. Ucok menambahkan, Ilham dan Alfian meminta kembali uang sebesar Rp.80 Juta jika ingin menarik berita tersebut.

“benito hanya menyanggupi 20 juta namun kedua pelaku menolak jumlah tersebut dan disepakati 50,” tambah Ucok

Namun akhirnya benito menyanggupi dan meminta penyerahan uang tersebut di parkiran basment CK Hotel. Disaat transaksi itu polisi menangkap Alfian dan selanjutnya menangkap Ilham Rokan disalah satu rumah makan di lokasi bintan center. Kedua pelaku pemerasan di bawa ke satreskrim polres Tanjungpinang untuk dilakukan penyidikan lebih dalam dan di ketahui total hasil pemerasan yang diperoleh tersangka dari koban sebesar Rp.110 juta.

“Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan pasal 368 dan 369 junto pasal 55 KUHP Tentang Pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara,” punkasnya (RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00