Total PMI Illegal Asal Lombok 48 Orang

KBRN, Bintan : Hasil pengembangan yang dilakukan Polres Bintan, terhadap terduga pelaku pengiriman Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) Illegal, jumlah PMI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, totalnya terdapat 48 orang.

Hal ini terungkap dari keterangan 7 orang diduga pengirim PMI Illegal di Tanjung Taluk, desa Teluk Sasah, kecamatan Sri Kuala Lobam, kabupaten Bintan, Minggu (3/7).

Dari pengungkapan kasus tersebut, Polres Bintan, berhasil menggagalkan sebanyak 16 orang PMI Illegal asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kemudian, sebanyak 32 orang PMI Illegal telah berhasil dikirim ke Malaysia.

" Ternyata sudah ada 32 orang yang dikirim ke Malaysia dari Bintan, pakai kapal speed kapasitas 40 PK," terang Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono, saat konferensi pers di Mapolres Bintan, Rabu (6/7/2022).

Keberhasilan menggagalkan pemberangkatan PMI Illegal melalui jalur tidak resmi ini, kata Kapolres Bintan, berkat kerjasama masyarakat dengan Polri. 

" Saat ini sebanyak tujuh orang diduga pelaku pengiriman sudah diamankan di Mapolres Bintan dan 16 orang PMI Illegal di BP2MI," tambahnya. 

Selaku pengatur pemberangkatan PMI Illegal inisial SN, asal Lombok berdomisili di Batam. Ia, mengarahkan dua rekannya, yakni, , inisial JN dan YP, untuk menjemput korban PMI illegal di bandara Hang Nadim Batam.

Kemudian, petugas tekong darat untuk di Bintan, inisial YS, asal Jakarta, yang berdomisili di Bintan. Ia melibatkan SH, dan 2 orang anak SH, yakni, FM dan RM. Masing-masing anak SH ini, mereka mengurus dan yang memberangkatkan korban.

"  Salah satu anak SH, membawa kapal speed dari pelabuhan tidak resmi dari Tanjung Taluk ke Malaysia, dengan modus memancing. Mereka para tersangka ini meraup keuntungan Rp. 300-400 juta," terangnya.

Atas perbuatannya, para pelaku pengiriman PMI Illegal ini dikenakan Pasal 81 dan Pasal 83 UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar