Encik Afrizal: Kasus Anak Meningkat, Semua Bertanggungjawab

KBRN,Lingga: Belakangan ini kasus kekerasan tehadap anak sering terjadi baik berupa fisik, seksual, penganiayaan emosional, atau pengabaian terhadap anak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Lingga Encik Afrizal menuturkan, terjadi  peningkatan kasus kekerasan terhadap anak khususnya kasus kekerasan seksual.

“Kasus pencabulan anak di Kabupaten Lingga meningkat dari sebelumnya yaitu 2019, 2020,2021 maka dari itu kita sebaiknya lebih giat lagi dalam mengedukasi masyarakat untuk mengkampanyekan stop kekerasan terhadap anak,” ucap Encik Kepada RRI Kamis (21/10/2021).

Encik Afrizal mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Polres Lingga yang telah berhasil mengungkapkan kasus pencabulan anak tersebut.

“Maka dari itu saya mengajak seluruh pihak stakeholder serta pemangku kebijakan untuk dapat bersama-sama bergerak membuat program antisipasi kekerasan seksual terhadap anak,” jelasnya.

Disebutkannya, program tersebut seperti penyuluhan terhadap masyarakat, dan gencar melakukan kampanye-kampanye di media sosial serta media spanduk.

“Terlebih saya ingatkan kepada orang tua agar selalu mengawasi anaknya, serta memberikan pemahaman untuk selalu waspada meliputi etika, serta bagaimana menjaga diri dari siapapun, karena kerap kali pelaku merupakan orang-orang disekitar” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolian Lingga berhasil menangkap seorang residivis inisial RO pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di lokasi Pantai dekat dengan SMP Negeri 1 Singkep Pesisir, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.

Saat ini pelaku sudah berada dalam tahana polres lingga untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya. Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 81 dan atau 82 UU RI nomor 23 tahun 2002.

Sebagaimana telah dirubah berdasarkan UU nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 01 Tahun 2016 menjadi Undang-Undang tentang tindak pidana Persetubuhan dan Perbuatan Cabul terhadap anak dibawah umur dengan maksimal kurungan 15 tahun penjara. (rn/rb)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00