Kasus KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid19

KBRN, Tanjungpinang : Pandemi Covid19 memberikan pukulan besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain itu terganggunya sektor ekonomi turut memberikan dampak yang cukup berarti terhadap beberapa kasus kekerasan dalam rumah tangga. 

Sejak Januari hingga Agustus tahun 2021 ini Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Anak dan Perempuan Tanjungpinang mencatat terdapat 16 pengaduan kasus kekerasan fisik yang dilakukan suami terhadap istrinya. Beberapa kasus bahkan sudah sampai ke jalur hukum . 

Kepala UPTD Perlindungan Anak dan Perempuan  Kota Tanjungpinang Zakiah menerangkan sejak awal tahun ini, hampir setiap bulan terdapat satu kasus kekerasan terhadap perempuan yang tercatat di UPTD tersebut. 

"Beberapa bulan lalu bahkan ada kasus KDRT berat yang menggunakan senjata tajam. Sehingga membuat korban harus dibawa ke ruang ICU, serta mengakibatkan korban mengalami traumatik," terang Zakiah

Dirinya juga menerangkan pada kasus-kasus berat seperti ini, kehadiran UPTD untuk melakukan pendampingan terhadap korban sangat diperlukan. Hal ini bertujuan sebagai upaya pemulihan terhadap korban tersebut. 

"Saat seperti inilah, peran kita sangat diperlukan oleh korban untuk memberikan pendampingan yang maksimal, hingga korban kembali pulih dan dapat beraktivitas secara normal," ungkapnya lagi. 

Dirinya juga menjelaskan kasus kekerasan dalam rumah tangga ini memang pada umumnya menimpa masyarakan kalangan menengah ke bawah. Hal ini diakibatkan karena lesunya ekonomi, atau hilangnya mata pencaharian kepala keluarga. 

Zakiah juga menghimbau kepada masyarakat jika melihat kekerasan yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya, agar dapat melaporkan ke UPTD agar bisa segera dilakukan pendampingan. 

"Kami harap semua masyarakat mendukungan kegiatan kami dengan melaporkan segala bentuk kekerasan kepada UPTD, karena saat ini banyak sekalu perempuan yang tidak berani melaporkan diri karena takut akan berimbas kepada anak-ansknya," tutur Zakiah. (Yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00