Ekspor Babi Ke Singapura Saat Pandemi Covid-19 Meningkat Tajam

KBRN, Tanjungpinang; Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang terus berkomitmen meningkatkan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian ditengah pandemi Covid-19. Seperti diketahui,  Kegiatan ekspor Bbai dari Pulau Bulan, Batam, Provinsi Kepulauan Riau tujuan Singapura meningkat drastis.

Kepala Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Drh, Raden Nurcahyo Nugroho, MSi mengatakan, permintaan ekspor Babi dari Pulau Bulan, Batam Provinsi Kepulauan tujuan Singapura telah mencapai 138.460 ekor atau setara Rp.439.7 miliar dalam kurun waktu lima bulan yakni, Januari-Mei 2020.

“Dalam satu minggu pulau bulan bisa mengirim sekitar 7 ribu ekor ke singapura dihari normal. Saat wabah virus covid-19 permintaan ekspor bisa 2 kali lipat,” kata Kepala Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Drh, Raden Nurcahyo Nugroho, MSi, Rabu (17/6/2020)

Permintaan ekspor babi tersebut meningkat sangat signifikan jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019, yaitu sebanyak 125.774 ekor atau setara Rp.380,5 miliar.

Peningkatan ekspor ini, menurut dia, Membaiknya iklim usaha peternakan, serta didukung dengan kebijakan pemerintah yang berpihak serta permintaan tujuan negara yang terus meningkat.

“Sesuai perintah bapak menteri, sebisa mungkin diberikan kemudahan kepada pelaku usaha,”Jelasnya

Lebih lanjut dikatakan Raden, saat ini ekspor Babi dari Pulau Bulan yang dikelola oleh PT. Indo Tirta Suaka (ITS) berkompetisi ketat dengan negara Malayasia. Dari sisi volume Negara tetangga Malaysia masih kalah jauh dengan pulau Bulan yang hampir tiap minggu mengirim sekitar 7 ribu lebih ekor babi ke Singapura

“Satu minggu Malaysia hanya mengirim 1.600 ekor, sementara dari pulau bulan dalam satu minggu bisa mengirim lebih dari 7 ribu ekor,”lanjut Raden

Diakui Raden, Jumlah ekspor dari Pulau Bulan lebih besar jika dibandingkan dari Malaysia dan mampu mengisi pasar Australia, Eropa dan Amerika.

“Pulau bulan mampu berkompetisi mengisi pasar yang sementara ditinggal beberapa Negara yang terkena lockdown, semoga tetapp bisa bersaing,” Imbuhnya

Raden juga mengatakan, Pihaknya menjamin mutu ternak babi yang di ekpsor itu sudah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sebelum dikeluarkan sertifikat dan diberangkatkan dari Pulau Bulan, Batam Provinsi Kepualauan Riau.

“Dipulau bulau itu biosecurity paling baik se-Asia Tenggara, protocol covid juga berjalan dengan baik,”pungkasnya.

Karantina Pertanian terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, transparan guna mendukung kegiatan ekspor Indonesia.(RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00