Sikapi Kenaikan Harga Tiket Pesawat Domestik, ASITA Tanjungpinang Usulkan Pembukaan Rute Reguler Internasional

KBRN, Tanjungpinang: Kenaikan harga tiket pesawat domestik yang telah berdampak signifikan terhadap jumlah penumpang domestik yang mengalami penurunan mencapai 20 persen, membuat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang menyiasati supaya kegiatan kepariwisataan di daerah tersebut tetap bergerak. ASITA Tanjungpinang mengusulkan segera dibukanya rute penerbangan internasional reguler via Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

"Jika tidak segera disiasati, maka lesunya bisnis pariwisata tidak akan dapat kita hindari", kata Sapril Sembiring, Ketua ASITA Tanjungpinang, kepada RRI, Rabu (23/01/2019)

Sapril mengatakan trend positif tingkat kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke pulau Bintan dalam setahun terakhir, salah satu celah yang perlu disikapi oleh steakholder kepariwisataan. Artinya menurut Sapril, tingginya minat turis Tiongkok ini seharusnya berdampak luas terhadap pelaku usaha kepariwisataan di daerah. Hal ini mengingat, selama ini yang merasakan keuntungan hanyalah konsorsium perusahaan Tour and Travel di Tiongkok, selaku penyedia paket wisata ke pulau Bintan.

"Sementara kita disini, persoalannya kan kalau mereka(red: turis Tiongkok) menggunakan pesawat carter pasti kan cost-nya tinggi, nah kita berharap kalau ada penerbangan reguler, artinya itu kan ada keterbukaan peluang bisnis bagi semua travel agent lokal juga", lanjutnya.

Namun demikian, masih menurut Sapril, ASITA Tanjungpinang mengapresiasi pemerintah yang telah menetapkan bandara RHF, sebagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), hanya saja perlu diikuti dengan pembukaan rute penerbangan reguler Tiongkok-Tanjungpinang dan sebaliknya.  Mengingat selama ini, masuknya turis Tiongkok ke pulau Bintan menggunakan pesawat carter, yang tidak membawa dampak terhadap industri kepariwisataan lokal.

"Kemudian kita bisa menggarap pasar yang darimana destinasi atau daerah origin-nya penerbangan itu, katakanlah Tiongkok, itu artinya kami pemain (lokal) disini pun punya kesempatan juga jual paket (wisata)", harapnya.

ASITA Tanjungpinang sendiri mengaku belum lama ini sudah melakukan pembicaraan dengan pihak otoritas pengelola Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang untuk menindaklanjuti bersama steakholder lain yang memiliki kewenangan dan kepentingan yang sama, termasuk pihak maskapai dalam menjaga kondusifitas iklim kepariwisataan di Kepulauan Riau.(gus) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00