Sewa Lapak Pasar Bintan Center Tanjungpinang Memberatkan Pedagang

KBRN, Tanjungpinang : Sejumlah pedagang di Pasar Bintan Center Tanjungpinang mengeluhkan mekanisme pembayaran sewa lapak yang harus langsung dibayarkan selama 5 tahun kedepan. 

Bahkan beberapa pedagang harus menggadaikan surat tanah ataupun rumah agar dapat memperpanjang sewa lapak dan kios. 

Pasalnya biaya sewa lapak per tahun di Pasar Bintan Center Tanjungpinang paling murah yakni Rp15 juta, sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk 5 tahun sekitar Rp75 juta. 

Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Bintan Center, Ibrahim, Sewa lapak itu sudah harus dibayar oleh para pedagang pada Agustus 2022 ini, jika tidak lapak tersebut akan disewakan ke pedagang lain. 

"Kita juga susah untuk memperjuangkan harga sewa lapak ini, karena memang tidak ada dukungan sama sekali dari pemerintah," ungkapnya, Kamis (11/8/2022).

Sekarang ini sekitar 70 persen pedagang di Pasar Bintan Center itu sudah membayar kepada pengelola karena takut lapaknya diberikan kepada orang lain, padahal kontrak baru akan habis pada Juli 2023 mendatang. 

Akibat tak mampu bayar, kata Ibrahim banyak pedagang yang memilih tidak melanjutkan kontrak sewa lapak atau mengundurkan diri, jumlahnya cukup banyak bahkan mencapai puluhan karena tidak memiliki uang puluhan juta untuk membayar sewa lapak atau kios. 

"Yang mengundurkan diri juga banyak puluhan juga jumlahnya," sebutnya. 

Untuk membayar sewa itu juga, dikatakan Ibrahim banyak anggota asosiasinya yang terpaksa menggadaikan surat tanah hingga rumah karena tidak memiliki uang untuk perpanjangan kontraknya. 

"Banyak itu yang menggadaikan surat tanah, gak semua mereka punya simpanan uang banyak kan," ujarnya. 

Ia berharap ada solusi baik dari DPRD Tanjungpinang ataupun Pemprov Kepri mendengarkan jeritan pedagang yang tidak mampu membayar dengan harga yang jauh lebih mahal dari sebelumnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar