FSPMI Bintan Minta Pemkab Dengarkan Aspirasi Buruh

KBRN, Bintan : Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan, menilai adanya diskriminasi terhadap buruh di Bintan, karena Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022, tidak mengalami kenaikan.

" Kami menyayangkan, hanya Bintan yang tidak mengalami kenaikan satu rupiah pun dari 7 kabupaten/kota di Kepri," tegas Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Bintan, Andi Sihaloho, Senin (6/12/2021).

Sesuai SK Gubernur Kepri No.1366 tahun 2021 tentang UMK Bintan, yang menetapkan nilai upah tahun 2022, sebesar Rp 3.648.714. Sehingga, 2 tahun berturut-turut tidak ada kenaikan UMK Bintan, sejak tahun 2020.

" Ketidaknaikan UMK Bintan tahun 2022, merupakan sebuah diskriminasi terhadap semua buruh di kabupaten Bintan," keluh Andi.

Menyikapi hal tersebut, FSPMI Bintan akan menggelar aksi turun ke jalan supaya Gubernur mencabut SK Gubernur Kepri No.1366 tahun 2021. Kemudian, Bupati merekomendasikan ulang kepada Gubernur.

" Dalam aksi itu, FSPMI Bintan menuntut Gubernur mencabut SK nomor 1366 tahun 2021 dan Bupati Bintan, mengusul ulang nilai UMK tahun 2022, yakni, sebesar Rp.3.755.256," tukasnya.

Direncanakan, aksi tersebut akan dilaksanakan si pintu masuk kawasan Lobam, pada (9/12) hingga waktu yang tidak terbatas. Melibatkan sekitar 500 orang. " Kami berharap pemerintah kabupaten bisa mendengarkan aspirasi buruh," tutupnya. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar