Padat Karya di Bandara Dabo Singkep Serap 1.800 Pekerja

KBRN, Lingga : Padat karya di Bandar Udara Kelas III Dabo Singkep serap 1.800 pekerja.

"1.800 pekerja itu terbagi menjadi tahap pertama dan tahap kedua," kata Kepala UPBU Kelas III Dabo Singkep Wachyu saat dikonfirmasi, Sabtu (16/10/2021)

Dijelaskan Wachyu untuk tahap pertama pihaknya melaksanakan di awal bulan Februari 2021 sementara untuk tahap kedua dilaksanakan pada bulan Oktober 2021.

"Orang-orang nya kita ambil di sekitar bandara umumnya dan khususnya masyarakat Lingga dan dengar-dengar dari daik juga ada yang ikut. Insyaallah kedepannya kegiatan ini akan berlanjut," bebernya

Wachyu menuturkan, bahwa program padat karya ini merupakan program prioritas dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintah dan kita melaksanakannya. Harapan kami pelaksanaan program padat karya ini bisa membantu masyarakat pada saat pandemi Covid-19," ujarnya

Senada disampaikan oleh Kepala Otoritas Bandara II Medan Agustono menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dengan pengoptimalkan pemanfaatan kegiatan sekaligus upaya pemerintah dalam mengurangi dampak ekonomi terhadap masyarakat yang berdampak pandemi Covid-19.

"Jika dilihat dari grafik meningkatnya kemiskinan di Indonesia akibat covid menurut BPS bahwa penduduk meskin bertambah menjadi 264 juta orang tertinggi sejak tahun 2017," jelasnya

Ditambahkan Agustono, untuk hal tersebut direktorat perhubungan udara melalui program pendukung padat karya ini pelaksanaan kegiatan program ini adalah untuk pemanfaatan dana pemeliharaan fasilitas bandar udara dan kegiatan perawatan di bandar udara yang dilaksanakan melalui skema bantuan langsung dengan memperkerjakan masyarakat lokal yang terdampak wabah Covid-19.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian direktorat jenderal perhubungan udara terhadap masyarakat lokal sebagai penerima manfaat langsung," bebernya. (Wan/hdr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00