Pendapatan Turun Drastis, Pedagang Hewan Kurban Kurangi Stok

KBRN,Tanjungpinang: Perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021 masih dalam suasana pandemi covid 19 dan penerapan PPKM Darurat di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Hal tersebut menimbulkan keluhan tersendiri bagi para pedagang hewan kurban.

Seperti halnya Agus, salah satu pedagang hewan kurban di Km 23 Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan. Agus menuturkan penjualan tahun ini berbeda dari masa sebelum pandemi, biasanya di menstok hewan kurban sampai dengan 50 ekor sapi dan ratusan kambing. Hal tersebut dilakukan untuk mensiasati menurunnya daya beli akibat pandemi covid 19.

“ Tahun ini kita kurangi stok sapi hanya 30 ekor sedangkan kambing hanya 50 an sekor saja,” ucapnya kepada RRI Senin, (12/07/2021).

Dirinya menambahkan sulitnya ekonomi masyarakat saat ini turut menjadi alasan menurunnya daya beli. Hal ini berkaca dari tahun sebelumnya, hasil keuntungan penjualan yang didapatnya tak terlalu banyak.

“ Kalau untuk harga saya mematok harga sapi sesuai dengan bobotnya dengan rentang  19 sampai 21 juta untuk kambing 3 sampai 4 juta 1 ekornya,” tuturnya.

Agus menambahkan hewan-hewan dijajakannya berasal dari Lampung yang merupakan salah satu daerah penghasil hewan kurban dengan kualitas yang baik.

“ Pembeli berasal dari Tanjungpinang Bintan dan sekitarnya, biasanya puncak pembelian kambing pada h-3 sebelum lebaran,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00