Suku Laut Semakin Sulit Mencari Ikan di Laut

KBRN, Tanjungpinang; Kabupaten Lingga merupakan salah satu wilayah perairan di Indonesia yang memiliki sumber daya ikan yang tinggi. Namun mirisnya, Orang Suku Laut masih kesulitan mencari makan di laut untuk kehidupan sehari-hari.

“Gimana ya, saya nak nagis sekarang malu pula, saye tak habis pikir kemana ikan-ikan pergi, jangankan untuk jual untuk makan ikan pun susah sekarang ini,” Ujar Ketua Yayasan Kajang Densy Fluzianti, Rabu (3/2/2021)

Ketua Yayasan Kajang Densy Fluzianti kepada RRI mengatakan, Sulitnya Orang Suku Laut mencari makan di laut salah satunya disebabkan karena berkurangnya hutan bakau akibat penebangan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mereka nelayan masih sangat tradisional masih pakai sampan dan serampang atau tombak, ekosistem tempat mereka mencari makan di bakau banyak di babat dijadikan dapur arang,”Kata Densy Fluzianti

Dijelaskanya, Orang Suku Laut menggunakan sampan kajang (beratap pelepah kelapa) ketika pergi mencari ikan dilaut dan alat tangkap yang digunakan berupa serampang atau tombak yang digunakan untuk besuluh mencari ikan.

“Alat tangkap mereka masih sangat tradisonal, sangat tertingal jauh dengan nelayan-nelayan tempatan yang ada di Lingga,” Jelasnya

Densy Fluzianti menambakan, Sebagian besar Orang Suku Laut di Lingga masih mengkonsumsi sagu. Harga sagu di lingga dibandrol dengan harga Rp 2.500 per kilogram (kg) jauh lebih murah dibandingkan dengan harga besar yang berkisar Rp 10.000 per kg.

“Kalau beras 1 kg ada yang sepuluh ribu ada yang mahal lagi, kalau sagu cuma dua ribu lima ratus. Ada duit 10 ribu bisa dapat 4 kilo sagu dan itu kenyang nya lama cukup makan anak beranak,” Tambahnya

Terdampak  Covid-19 dan musim angin kuat gelombang tinggi, Densy Fluzianti  meminta Pemerintah terkait untuk memperhatikan dan memprioritaskan nasib Orang Suku Laut yang berada di Kabupaten Lingga

Sementara itu Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lingga H. Isnin mengatakan, Dalam upaya mengurangi tingkat penganguran dan kemiskinan di daerah, Baznas juga andil dalam memberikan bantuan dan biaya pendidikan kepada anak-anak orang suku laut.

“Mau aja sekolah, anak-anak orang suku laut kita bantu pendidikannya sampai selesai,” kata H. Isnin

Isnin menyebutkan, bantuan yang diberikan Baznas sangat terbatas. Oleh karena itu, ia pun meminta masyarakat yang sudah mampu agar menyisihkan sedikit rezekinya untuk dapat membantu mereka yang terimbas secara ekonomi, terlebih dari krisis di masa pandemi corona ini.

“Dalam bantuan Baznas ini dananya didapatkan dari infak dan sedekah , Saat ini ada  16 anak suku laut yang mendapatkan program pendidikan khusus dari Baznas Kabupaten Lingga,” Pungkasnya(RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00