Belajar Di Internet, Pasutri Pengedar Upal Diringkus

KBRN, Tanjungpinang; Edarkan uang palsu (upal) pasangan suami istri diringkus Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari di depan Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang. Saat penangkapan, Polisi berhasil menyita upal pecahan Rp 100 ribu sebanyak 62 lembar dari tangan pelaku.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando mengatakan, Awalnya kedua pelaku pasutri inisial YA (23) dan G (23) menggunakan upal untuk membeli ponsel korban Rizki Erdowar (23) Kamis (14/1/2021) Pukul 21.00 WIB  di Jalan D.I Panjaitan. Setelah transaksi, korban memeriksa sejumlah uang yang diterima dari pelaku sebanyak 12 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dengan nomor seri yang sama.

“Setelah diperiksa 12 lembar uang pecahan 100 ribu itu dengan nomor seri sama, korban menduga itu uang palsu. Selanjutnya korban melaporkan kejadian ke Polsek Bukit Bestari,” Kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, Selasa (19/1/2021)

Kapolres mengungkapkan, Setelah diterima laporan polisi tentang dugaan tindak pidana pemalsuan uang, selanjutnya Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Informasi yang diterima pelaku sedang dalam perjalanan dari kota Batam menuju Tanjungpinang.

“Pelaku berhasil diringkus didepan rumah sakit Raja Ahmad Thabib Km.8 Kota Tanjungpinang beserta barang bukti,”Ungkapnya

Dijelaskan Kapolres, Modus pelaku membeli barang yang diinginkan dengan menyelipkan uang palsu dengan uang asli. Dari pengakuan, pelaku belajar menggandakan upal melalui Internet.

“Pelaku mencetak uang palsu menggunakan kertas warna dengan printer di rumahnya di Tanjung Uban. Sementara untuk istrinya berperan sebagai yang ngeprint upal,”Jelasnya

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa;

  1. 62 lembar uang pecahan Rp 100 ribu
  2. 1 buah Printer merk Canon Pixma MX336
  3. 4 tabung tinta warna hitam
  4. 1 tabung tinta warna merah
  5. 2 buah catridge printer
  6. 2 buah pisau cutter
  7. 1 unit penggaris besi
  8. 300 lembar kertas warna merah muda ukuran 16 x 7.5 cm
  9. 1 unit sepeda motor Honda Beat BP 2652 AH

Atas perbuatannya, dua pelaku dijerat dengan pasal 26 ayat 2 dan 3 jo pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan pidana 10 hingga 15 tahun penjara. (RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00