Tumpahan Minyak Limbah Hitam Cemari Pantai Bintan

KBRN, Tanjungpinang; Limbah minyak berwarna hitam atau sluge oil kembali mengotori area bibir pantai objek wisata di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Limbah tersebut ditemukan di kawasan pesisir pantai Atok dan sekitarnya.

Limbah dalam bentuk gumpalan minyak hitam yang mengapung dan menempel di bibir pantai ini mulai terlihat sejak empat hari belakangan. Kondisi ini sangat menganggu sektor pariwisata di Kabupaten Bintan yang notabene mengandalkan wisata alam bahari.

Pengelola Pantai Atok, Ari Darmariansyah mengatakan, Limbah minyak hitam itu datang dan mengotori area pantai. Ari sangat kecewa dengan kondisi ini. Meski demikian, limbah itu harus segera dibersihkan dari pantai karena jika dibiarkan bisa mengganggu aktivitas wisatawan.

“kehadiran limbah minyak hitam ini sangat menganggu aktivitas pengunjung yang menikmati wisata bahari,” kata Ari Darmariansyah, Selasa (1/12/2020)

salah satu warga sedang bersihkan minyak limbah hitam
salah satu warga sedang bersihkan minyak limbah hitam

Dijelaskan Ari, Minyak Hitam yang tiap akhir tahun menghantui kawasan pantai saat ini sudah terlihat cukup banyak dengan gumpalan-gumpalan kecil. Kondisi ini dikhawatirkan akan lebih parah lagi, menginggat masuknya musim Utara hingga beberapa bulan kedepan.

 “hampir rata-rata ditemukan minyak hitam ini sudah berbentuk gumpalan kecil, kalau dipijak dan pecah akan menyebar seluas tapak kaki. Saat ini air sudah menyatu dengan oli dan mengeluarkan bau tidak sedap” ujar Ari

Ari mengungkapkan, persoalan minyak hitam ini juga dikeluhkan beberapa pengunjung yang datang untuk menikmati wisata bahari, seperti bermain dan berenang di pantai. Untuk mengantisipasi, Pihaknya juga sudah menyediakan kain dan minyak tanah untuk menghilangkan noda minyak hitam yang melekat pada pengunjung.

“banyak pengunjung yang mengeluhkan dengan kondisi ini, bahkan engan bermain atau mandi dipantai,” ungkapnya

Dari kejadian ini, Ari berharap pemerintah bisa turun langsung untuk melihat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, setidaknya bersama-sama membersihkan limbah yang telah menghitamkan bagian-bagian pantai.

“Kita sudah sampaikan juga ke dinas terkait, Mudah – mudahan adanya kejadian ini, ada aksi nyata yang dilakukan,” Sebutnya

Permasalahan minyak limbah hitam ini sudah berlangsung cukup lama setiap tahun kerap terjadi, Ari juga berharap, kondisi ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Dampak yang ditimbulkan dari limbah ini juga mengakibatkan kerugian serta waktu pemulihannya tidak sebentar.

 “Kita harap pemerintah benar-benar serius mengatasi limbah tahunan ini, sehingga tidak terjadi kembali,” Pungkasnya (RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00