Pelajar Di Pesisir Pulau Bintan, Butuh Layanan Internet

KBRN, Bintan : Protokol kesehatan dalam aktifitas belajar tatap muka terbatas di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), menjadi hal utama di perhatikan sejumlah sekolah SMP/MTs. Supaya tidak terjadi kluster baru penyebaran virus Corona.

" Baik itu mau masuk ataupun pulang sekolah, kami pastikan untuk mengikuti protokol kesehatan. Siswa di cek suhu tubuh, pakai masker dan mencuci tangan," jelas Kepala Sekolah SMPN 19 Bintan, Sujoko, Minggu (4/10/2020).

SMPN 19 Bintan di desa Kelong, Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, ini termasuk salah satu sekolah yang mulai melaksanakan belajar tatap muka terbatas sejak 1 Oktober 2020, setelah 6 bulan belajar secara daring.

Tidak hanya para pelajar, kata Sujoko, para tenaga pengajar juga mengikuti protokol kesehatan. Kemudian, ruangan kelas juga harus steril dan disemprotkan disinfektan sebelum dan sesudah belajar.

" Ruangan kelas juga kami semprot disinfektan meski belum belajar secara aktif, karena masih sosialisasi. Mungkin, Senin (5/10) baru aktif. Satu mata pelajaran itu paling 30 menit, tak pakai istirahat," tuturnya.

Dikatakan, siswa belajar di sekolah hanya tiga hari secara bergantian, kelompok pertama, Senin, Rabu dan Jum'at. Sedangkan kelompok kedua, Selasa, Kamis dan Sabtu. Jumlah siswa dalam satu ruang kelas juga dibatasi berkisar 15-20 orang.

Adapun yang menjadi kendala selama belajar secara daring dimasa pandemi virus Corona di pulau Kelong yang berjarak sekitar 20-30 menit menggunakan kapal pompong dari pelabuhan rakyat di Kijang, Bintan Timur, yakni, jaringan internet.

" Di pulau Kelong ini kendalanya cuma internet. Kalau di sekolah sudah menggunakan layanan internet satelit VSAT. Tapi, untuk anak belajar dari rumah itu ada sejumlah providernya lemah. Diharapkan bisa ditambah lagi kapasitas untuk di pulau. Supaya aktifitas belajar siswa makin lancar," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00