Petakan Zona Rawan, Karantina Lakukan Patroli Laut

KBRN, Tanjungpinang;  Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan pemetaan zona rawan penyeludupan dengan melakukan Patroli Laut Bersama. Pada kesempatan ini patroli dilaksanakan bersama Bea Cukai Tanjungpinang, SatPolair Tanjungpinang dan Lantamal Tanjungpinang, dengan rute awal dari pelabuhan Sri Bintan Pura - Pelantar 1, Pelantar 2, KUD - Kampung Bulang - Tanjung Mocoh - Dompak.

Petugas keliling di beberapa titik pelabuhan tidak resmi namun tidak ditemukan adanya aktifitas yang mencurigakan. Selama patroli ditemui 2 kapal penumpang, salah satunya kapal KM. Lintas Kepri yang mengangkut DOC sebanyak 400 ekor tujuan Daek, Lingga. Yang kedua Kapal KM. Alay Putra Mandiri mengangkut telur sebanyak 3.850 kg tujuan Tanjung Balai Karimun. Setelah dilakukan pengecekan, kedua komoditas tersebut sudah dilaporkan, diperiksa dan disertifikasi oleh Pejabat Karantina Pertanian.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho mengapresiasi masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya karantina.

"Mengapa penting untuk lapor dan periksa karantina? Karena 70% penyakit menular yang sifatnya zoonosis pada manusia, berasal dari hewan. Apabila tidak diperiksa dan dilakukan prosedur yang sesuai maka akan berpotensi membawa penyakit yang dapat membahayakan manusia," Kata Raden Nurcahyo Nugroho, Kamis (9/7/2020) .

Bagi masyarakat yang membawa hewan dan tumbuhan serta turunannya wajib melaporkannya ke pejabat karantina. Selanjutnya akan dilakukan tindakan Karantina berupa pemeriksaan oleh pejabat karantina pertanian, yang meliputi pemeriksaan administrasi maupun pemeriksaan kesehatan di Laboratorium Karantina Pertanian Tanjungpinang.

Raden bersyukur dengan  ditemukannya dua kapal  yang membawa komoditas pertanian pada patroli kali ini, karena keduanya telah disiplin lapor karantina. Hal ini mengindikasikan bahwa sosialisasi yang selama ini dilakukan berhasil. Beliau menambahkan bahwa hasil patroli tidak selalu menemukan pelanggaran namun kita juga dapat mengetahui apakah masyarakat sudah sadar dan patuh akan aturan karantina.

Tingginya pelanggaran karantina mengindikasikan sosialisasi tidak berhasil. Selama ini Karantina telah berupaya untuk mensosialisasikan aturan perkarantinaan melalui berbagai media. Setiap pelanggaran yang ditemui akan ditindaklanjuti sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyatakan pentingnya bersinergi bersama instansi terkait dalam hal  pengawasan, dengan zona yang begitu luas mustahil kita bisa mengawasi semua pintu pemasukan sendirian.

Sejalan dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo,  SYL berpesan agar selalu menjaga hubungan kerja sama dengan instansi terkait dalam pengawasan di perbatasan. "Tugas badan karantina pertanian terdengar sederhana namun sangat penting dan vital, yaitu menyortir semua komoditas pertanian yang masuk dan keluar Indonesia serta menjaga agar semua komoditas yang diperdagangkan layak untuk konsumsi," jelas Syahrul (RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00