Ternak Babi di Bintan Aman Flu Babi Baru

KBRN, Bintan : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, terus meningkatkan pengawasan kesehatan ternak Babi. Sebagai upaya mencegah kasus penyakit Flu Babi baru (G4 EA H1N1) di Cina dan demam Babi Afrika atau African Swine Fever. 

" Penyakit tersebut mengakibatkan kematian cukup tinggi di berbagai peternakan babi disejumlah daerah di Indonesia. Jadi, DKPP Bintan, secara aktif terus memantau kesehatan ternak babi," jelas Kepala DKPP Bintan, Khairul, Senin (6/7/2020).

Dikatakan, populasi ternak babi di Bintan cukup banyak, hingga saat ini tercatat lebih dari 1.024 ekor tersebar di 4 Kecamatan, yakni, Kecamatan Bintan Timur, Toapaya, Gunung Kijang dan Teluk Sebong. 

" Dengan banyaknya populasi ternak babi di Bintan, tentunya harus kita jaga kesehatannya supaya tidak menyebabkan penyakit menular. Baik pada hewan maupun ke manusia," tuturnya.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan DKPP Bintan, Iwan Berri Prima, menambahkan pengawasan ternak babi ini berkenaan dengan zoonosis atau penyakit pada hewan yang dapat menular ke manusia atau sebaliknya. Penyakit flu babi termasuk kategori zoonosis.

" Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, hingga saat ini kami tidak menemukan kasus penyakit berbahaya pada ternak babi. Sehingga dapat kami sampaikan, Alhamdulillah, kondisi ternak babi di Bintan, dalam kondisi sehat dan aman," tambahnya.

Berri, juga selaku Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia cabang Kepulauan Riau, berharap peternak babi terus berkomunikasi dengan tim kesehatan hewan. Jika ditemukan kasus penyakit pada ternak, bisa cepat dilakukan penanganannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00