91 Warga Binaan Rutan Tanjungpinang Dapat Remisi Idul Fitri

KBRN, Tanjungpinang; Idul Fitri 1441 H menjadi berkah tersendiri bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 91 orang mendapatkan potongan masa hukuman atau remisi dari Kemenkum HAM Republik Indonesia.

“Hari raya idul fitri 1441 Hijriah tahun 2020 ini tidak ada yang langsung bebas, 91 orang wbp mendapatkan potongan masa hukuman,”Kata Sugeng Hardono Karutan Tanjungpinang, Sabtu (23/5/2020)

Dikatakan Sugeng, Sebanyak 91 orang yang mendapatkan pemotongan hari raya Idul Fitri masih didominasi dengan kasus tindak kriminal umum dan hanya satu orang kasus narkoba karena bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya sementara untuk kasus korupsi tidak ada.

“masih didominasi kasus kriminal umum, kalau korupsi tidak ada, yang ada kasus narkoba dan itu sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam perundang-undangan,”katanya

Warga Binaan Pemasyarakatan ini juga tidak melaksanakan shalat Ied bersama petugas Rutan seperti tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan dilapangan olahraga. Sungeng menjelaskan, Tidak digelarnya shalat Ied berjamaah guna menekan dan memutus rantai penyebaran virus mematikan corona (Covid-19).

“shalat idul fitri kita tidak gelar, petugas shalat dirumah maisng-masing,”jelasnya

Tingginya tingkat kerawanan warga binaan terpapar wabah Corona Virus Disease 2019 atau disingkat Covid-19, yang dibawa pengunjung, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang meniadakan jam kunjungan (membesuk) bertatap muka secara langsung  di hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

“Kebijakan ini diambil dalam rangka meminimalisir penyebaran virus corona. Jam besuk (mengunjungi) ditiadakan, sehingga tidak terjadi kontak langsung yang bisa menekan penularan virus,” imbuhnya

Selain itu, kebijakan peniadaan kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata rutan kelas I Tanjungpinang dalam menekan penyebaran Covid-19. Diketahui sebanyak 230 orang warga binaan Rutan Kelas I Tanjungpinang hingga saat ini dilaporkan dalam keadaan yang sehat dan negatif terjangkit virus corona.

Sugeng juga mengatakan, Untuk pengiriman kebutuhan warga binaan masih diizinkan melalui pemeriksaan dan dititipkan di Pos Wasrik.

“Pengunjung yang membawa makanan untuk keluarganya masih diperbolehkan, namun harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu,” Pungkasnya (RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00