Curi Motor di Tanjungpinang, Pasutri Diringkus di Natuna

KBRN, Tanjungpinang; Pasangan suami istri terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Tanjungpinang berhasil diringkus di Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna.

Hal itu disampaikan Pjs Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Apriadi. Kepada RRI dirinya mengatakan pelaku berinisial DA (28) dan VS (30), keduanya ditangkap di Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, pada Senin (8/8/2022) yang lalu.

Kemudian kedua terduga pelaku ini di bawa ke Tanjungpinang pada Senin (15/8/2022) serta sudah mendekam di sel Polsek Tanjungpinang Timur untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut oleh penyidik.

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syafruddin melalui Pjs Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Apriadi mengatakan, pasutri ini kompak bekerjasama mencuri sebuah sepeda motor jenis Yamaha Mio Soul GT bernopol BP 4361 lD, di sebuah kos-kosan Jalan Kijang Lama Tanjungpinang.

“Pelaku ini mencuri pada 25 Juli 2022 sekira pukul 02.30 Wib di Rumah Kos Pak Ali Jalan Kijang Lama Lorong Buntu Kelurahan Melayu Kota Piring ,” kata Ipda Apriadi

Dikatakannya, kejadian itu terungkap usai korban tidak melihat motornya yang terparkir tepat didepan kamar kos. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian senilai Rp.8 juta dan melaporkan ke Polsek Tanjungpinang Timur.

Usai mendapatkan laporan, kata Ipda Apriadi pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi, bahwa kedua pelaku ini berada di Tanjung Uban Kabupaten Bintan.

“Kemudian kita melakukan pengejaran dan mengamankan barang bukti kendaraan curian tersebut, tapi pelakunya melarikan diri ke Natuna,” ujarnya

Selanjutnya, Polsek Tanjungpinang Timur kemudian berkoordinasi dengan Polsek Midai, untuk mengamankan dua pelaku yang berada di Kabupaten Natuna tersebut.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat melarikan diri. Namun dua hari kemudian berhasil ditangkap di rumah saudaranya,” katanya

Saat ini, perkara curanmor yang melibatkan pasutri ini masih dalam tahap pengembangan. “Ada beberapa TKP yang perlu kita dalami. Didiga pelaku juga melancarkan aksi di RSUP Tanjungpinang,” tukasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku yang merupakan pasutri ini terancam Pasal 363 KUHP, dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar