Bangsal Sagu Saksi Bisu Kemandirian Pangan Lingga Di masa Lalu

Bangsal Sagu Saksi Bisu Kemandirian Pangan Lingga Di masa Lalu (Foto : Ist)

KBRN, LINGGA : Pada abad ke-19 sagu pernah menjadi komoditas andalan di Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau.

Kala itu, pati sagu dijual sampai ke tumasik atau singapura, johor serta pahang di malaysia. Menggunakan sejumlah kapal niaga milik kesultanan Riau-Lingga seperti kapal srilanjut, gempita atau lelarum. Berkat sagu Lingga pada masa itu bisa menikmati kemandirian pangan dan kemakmuran ekonomi.

Walaupun tidak semaju dahulu sagu masih menjadi mata pencahrian sebagian masyarakat di Lingga yang mana nantinya sagu basah tersebut diolah dan dikirim ke luar daerah.

Dibeberapa tempat di Daik Lingga masih ditemukan tempat usaha pengolahan sagu basah bersih yang juga dikenal dengan bangsal sagu, salah satunya di dusun budus, desa Merawang, kabtupaten Lingga.

Salah satu pengelola bangsal sagu di desa merawang Abdurrahman menjelaskan bahwa bangsal sagu miliknya telah berdiri sejak belasan tahun yang lalu.

"Dan dari hasil bangsal sagu tersebutlah saya bisa menghidupi keluarga maupun membantu sanak famili untuk bekerja," ungkapnya

Diketahui dimasa kepemimpinan sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II yang memerintah pada tahun 1857 hingga 1883. Kala itu Lingga telah mampu menyediakan program dari sektor ketahanan pangan, peningkatan ekonomi dan pendidikan demi kesejahteraan masyarakat Lingga.

Semula beliau memasukkan padi yang didatangkan dari jawa, namun program tersebut gagal hingga beralih dan fokus pada pengembangan tanaman yang bernama ilmiah metroxylon sagu ini. (Wn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar