Perahu Tua Cagar Budaya di Lingga Berusia Lebih Dari 200 Tahun

Perahu Tua di Lingga Telah Berusia Ratusan Tahun (Foto : Ist)

KBRN, LINGGA : Temuan perahu tua yang terbenam di Pantai Pulau Sebangka, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, telah berusia lebih dari 200 tahun.

Cagar budaya yang berbentuk seperti jongkong ini, diteliti oleh Balai Arkeolog (Balar) Sumatera Utara.

Pegiat Sejarah dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Lingga, Lazuardy menjelaskan bahwa Balar Sumut memprediksi perahu yang disebut 'Jelo' ini sudah ada sejak akhir abad ke-18.

"Berati diperkirakan usia perahu ini sudah lebih dari dua abad atau lebih," kata Lazuardy, Selasa (5/7/2022)

Dijelaskan Lazuardy, bahwa perahu tersebut digunakan sebagai logistik yang berhubungan dengan dapur gambir yang ada di Pulau Sebangka, Kecamatan Senayang.

"Dari informasi masyarakat lanjutnya, ada lebih dari 100 dapur gambir yang ada di Pulau Sebangka," ujarnya

Di mana tempat proses pembuatan gambir di kaki-kaki bukit yang ada di dalam hutan."Ini membuktikan bahwa perahu ini kegunaannya mengangkut bahan-bahan untuk pekerja bangsal gambir, dari laut ke tepi pantai," bebernya

Perahu tersebut dapat dikatakan untuk digunakan oleh masyarakat atau para pekerja.

"Bisa dibilang dipakai oleh masyarakat atau para pekerja," ujarnya 

Perahu yang memiliki panjang 12,55 meter dan lebar kurang lebih 1 meter itu menurutnya, bisa menampung muatan 7 hingga 15 orang.

"Akan tetapi karena ini untuk logistik dan untuk tidak perjalanan yang jauh, beberapa memprediksikan cukup 4 atau 5 orang untuk membongkar muat logistik-logistik dari perahu yang besar, untuk membawa ke pantai," jelasnya lagi.

Di ketahui, dari informasi yang beredar, masyarakat menemukan perahu tersebut sekitar tahun 2007 atau 2010 lalu.

Namun baru pada tahun 2020 Dinas Kebudayaan mendapatkan laporan resmi dari masyarakat, sehingga dilakukan survei dan diangkat pada 2021 lalu.

Lazuardi juga mengungkapkan, jenis perahu itu tidak pernah ditemukan lagi di zaman sekarang.

"Jangankan perahu panjang itu, Jongkong saja sudah jarang dibuat orang lagi. Karena bahan bakunya di zaman sekarang sudah mulai susah," tuturnya. (Wn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar