Narapidana Sambut Suka Cita Dibukanya Kembali Jam Besuk Tatap Muka

KBRN, Tanjungpinang; Rasa Rindu pecah di Rutan kelas I Tanjungpinang, pasca dibukanya kembali jam besuk terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Selama pandemi covid-19 yang membungkam rasa kerinduan para keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) di Rutan Kelas I Tanjungpinang , Selama pandemi berlangsung keluarga hanya bisa melepas Rindu melalui Inovasi Rutan Tanjungpinang yaitu Program VCR (Vidio Call Rujiba).

Sesuai Protap dari pemerintah untuk Menutup Layanan Publik sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di setiap Daerah.

Kebijakan membuka kembali jam besuk bagi tahanan untuk tatap muka mendapat respon dari sejumlah narapidana pengghuni Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Menurut seorang narapidana yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Dengan dibuka besuk tatap muka pastinya kita semua disini merasa senang, bahagia karena bisa jumpa dengan keluarga setelah sekian tahun lama ditutup, biasanya hanya Video Call saja.

"Senang sekali sudah diperbolehkan jumpa keluarga,"ucapnya penuh gembira

Sementara itu Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang,  Eri Erawan mengatakan Setelah kurang lebih 2 Tahun 3 Bulan 10 hari ditutup jam besuk, kini dibuka kembali dengan Surat Edaran Nomor PAS – 12.HH.01.02 Tahun 2022 ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila terdapat perubahan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

"Dibukanya kembali jam besuk sesuai Surat Edaran Nomor PAS – 12.HH.01.02," kata Eri Erawan, Selasa (5/7/2022)

Eri juga mengatakan, Tatap muka dilaksanakan secara terbatas dengan ketentuan yang di utamakan keluarga inti dari warga binaan. 🏸 Narapidana hanya mendapatkan kesempatan menerima kunjungan 1 satu kali dalam satu minggu pada jam kerja.

"Tatap muka dilaksanakan secara terbatas dengan ketentuan yang di utamakan keluarga inti," Terangnya

Bagi pengunjung yang belum menerima vaksin secara lengkap, wajib menunjukan Rapid/ Swab antigen dengan hasil negatif atau surat keterangan tidak dapat menerima vaksin karena alasan kesehatan dari dokter intansi pemerintah, Untuk Narapidana yang belum vaksin kunjungan bisa dilakukan virtual (video call dan penitipan barang).

"Kami berharap semoga kedepannya tidak ada yang terkontaminasi Covid-19 agar berjalan dengan baik kedepannya dan untuk jangka yang panjang," Tukasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar