Startegi Membangun Desa Berbeda-Beda

KBRN, Tanjungpinang ; Tingkat perkembangan desa berbeda satu dengan lainnya, ada yang berkembang dengan cepat dan ada pula yang lambat. Perbedaan tingkat perkembangan desa disebabkan karena perbedaan potensi yang dimiliki desa. Untuk itu  pemerintah daerah tidak harus menyamakan pola pendekatan pendampingan membangun desa.

Pengamat  Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali  Haji  (UMRAH) Tanjungpinag Dodi  Dermawan mengatakan karakteristik desa yang berbeda-beda harus difahimi oleh pemerintah dalam   membangun desa.  Oleh karena itu,  pemerintah daerah juga harus memetakan pola pendampingan, mainset dan kesiapan mayarakat desa.

“Pemerintah harus memahami  pola pendampingan antara suatu desa dengan desa lainnya itu berbeda. Misalnya  program pemerintah pusat secara umum tidak bisa  serta merta diterapkan  di masing-masing desa. Hal tersebut karena karakteristik desa yang berbeda-beda, kebudayaan nya, etos kerjanya dan lainya.

Dirinya menilai kesiapan pmeerintah daerah dalam  memetakan potensi desa didaerah sudah cukup bagus.

“Untuk itu pemerintah harus sudah siap, bagaimana memetakan potensi desa dan saluran pasanya didaerahnya  ini  sudah cukup bagus.” Ucapnya.

Namun ketika program  pembangunan desa diimplemantasikan  tidak sesuai diharapkan,  maka pemerintah  harus  mengontrol dan menggunakan strategi dan pendekatan yang berbeda pula. Agar penegalooan BUMDes oleh masayarakat desa dapat dikelola  dengan baik.

Oleh sebab itu peran aktif pemerintah dalam melihat  permasalahan-permasalahan yang terjadi didesa sanagat diperlukan. Karena  pemerintah desa yang melihat dan memahami karakteristik setiap desa diwilayahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar