Lapas Kelas II dan Polres ta Tanjungpinang Ungkap Bandar Narkoba

KBRN, Tanjungppinang; Sinergitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Kelas II Tanjungpinang  dengan Polresta Tanjungpinang berhasil mengungkap di duga bandar narkotika yang mengendalikan peredaran sabu di Tanjungpinang dari dalam penjara.

“Sinergitas Lapas dengan Polresta Tanjungpinang melakukan pertukaran informasi perihal pengungkapan jarinngan sindikat narkoba,” Kata Kepala KPLP Lapas Kelas II Tanjungpinang Jimmy Rahmat Tumengkol, Selasa (24/05/2022) Malam.

Sinergitas ini dalam upaya menggagalkan berbagai upaya penyeludupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan. Salah satu wujud nyata itu, keberhasilan mengungkap jaringan sindikat narkotika yang dikendalikan dari dalam penjara.

Jimmy Rahmat Tumengkol

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tanjungpinang

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpinang Wahyu Hidayat melalui Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tanjungpinang Jimmy Rahmat Tumengkol kepada RRI mengatakan, berbagai upaya ini dilakukan untuk mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Sinergitas ini agar memperlancar tugas-tugas dalam mencegah dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika,”Ujarnya

Baca Juga : "Mengejutkan! Diduga Napi Kendalikan Jaringan Narkotika" https://m.rri.co.id/tanjungpinang/daerah/1466206/mengejutkan-diduga-napi-kendalikan-jaringan-narkotika

Komitmen penuh juga di tunjukan oleh Lapas, Tambah Jimmy, salah satunya dengan menegakan aturan melalui kegiatan razia rutin terhadap blok hunian warga binaan pemasyarakatan.

“Jika saat penggeledahan ada ditemukan benda-benda berbahaya, kita langsung laporkan kepada kepolisian agar dilakukan penindakan lebih lanjut,” Tambahnya

Selain itu juga, Pihaknya sangat terbuka menerima informasi dari Kepolisian apabila diduga ada keterlibatan warga binaan pemasyarakatan terhadap tindak pelaku kejahatan.

Ketika ditanyai atas ditemukan satu unit handphone milik warga binaan pemasyarakatan inisial F sebagai alat komunikasi dalam mengendalikan narkoba dan sejumlah tersangka di luar Sel. Jimmy mengaku, sudah melakukan penindakan terhadap pelaku dibulan Februari 2022 lalu melalui razia yang dilakukan.

“Kami tetap menjaga agar warga binaan ini tidak melakukan pelanggaran. 1001 cara yang mereka lakukan, kami akan upayakan 1002 cara untuk menekan gangguan kamtib yang dapat dilakukan wbp tersebut,”Jelasnya

Jimmy juga mengatakan, Sesuai Permenkumham No.6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, bahwa setiap warga binaan yang melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi tegas.

“Pemeriksaan secara berkala terhadap lalu lintas orang dan barang rutin dilakukan. Jika ditemukan handphone dan keterlibatan narkoba maka akan dikenakan hukuman disiplin tingkat berat,” Tukasnya (RB)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar