Pemko Tanjungpinang Dorong Manajemen Koperasi yang Sehat

KBRN, Tanjungpinang : Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan kegiatan pelatihan dan pengawasan manajemen terhadap koperasi yang sehat dan juga aktif di Kota Tanjungpinang.  

Acara yang dibuka langsung oleh Walikota Tanjungpinang tersebut merupakan bentuk dorongan dari pemerintah Kota Tanjungpinang kepada unit Koperasi yang terdiri atas IKM di berbagai bidang usaha, agar lebih maju dan produktif. Dimana koperasi sendiri merupakan wadah bagi para IKM untuk dapat lebih berkembang.

Walikota Tanjungpinang menyebut kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 60 Koperasi yang masih aktif di Kota Tanjungpinang tersebut merupakan salah satu bentuk dorongan bagi pemulihan ekonomi masyarakat. Terutama saat ini, dimana ekonomi kemasyarakatan didorong untuk dapat terus berkembang, sebagai penggerak ekonomi daerah.

“Kita terus mendorong koperasi ini untuk terus berkembang lebih baik, karena kita ketahui bersama bahwa koperasi ini juga menjadi wadah yang sangat penting disaat masyarakat kita sedang berbenah untuk pemulihan ekonomi,” ucap Rahma pada Senin (23/5/22).

Dengan dilakukan pelatihan dan pengawasan terhadap koperasi seperti ini, Rahma mendorong IKM yang tergabung dalam koperasi tersebut dapat mengikuti tender ataupun pengadaan di lingkungan pemerintah.

“Kita dorong mereka kedepannya dapat ikut tender pemerintah, terutama tender-tender di lingkungan pemerintah Kota Tanjungpinang,” sambung Rahma.

Dirinya berharap koperasi yang telah mendapatkan pelatihan tersebut, dapat bertambah maju dan sukses, serta dampat mensejahterakan anggotanya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang hamalis mengatakan, hingga saat ini tercatat 116 koperasi yang terdaftar dan dalam kategori koperasi yang sehat. Dimana setiap tahunnya pemko Tanjungpinang melaksanakan pelatihan tersebut, sesuai dengan RPJMD yang memang telah ditetapkan.

“Kita laksanakan ini setiap tahun, karena jumlah cukup banyak dari jumlah tersebut kita bagi lagi pelaksanaannya dalam lima tahun, jadi setiap tahunnya sekitar 50 sampai 60 koperasi,” jelas Hamalis.

Sedangkan tujuan untuk pelaksanaan pelatihan tersebut adalah pembinaan manajamen koperasi tersebut, dan terkait pengawasan koperasi. Juga yang lebih utama adalah kemmapuan pengawas dalam mengawasi kegiatan koperasi tersebut. (yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar