Tenaga Kesehatan Hewan Wajib Lapor Kasus Penyakit

KBRN, Bintan : Kecepatan pelaporan kasus penyakit merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan. Sehingga, petugas kesehatan hewan harus mampu melaporkan setiap kejadian kasus penyakit hewan.

" Setiap petugas kesehatan hewan di kabupaten/kota di Kepulauan Riau, wajib melapor jika ditemukan kasus di lapangan," ujar drh. Honismandri yang juga Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Kepri, saat pelatihan Refresher Isikhnas untuk Koordinator Kesehatan Hewan se-Kepri, Rabu.

Diharapkan, petugas tidak ada keraguan, apalagi berusaha menutupi kasus. Karena di era keterbukaan informasi dan komunikasi seperti saat ini, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat dan realtime.

" Berkenaan dengan Kasus Penyakit Kukudan Mulut (PMK), hingga saat ini belum ada laporan kasus di Kepri. Nah, melalui system yakni aplikasi sistem Kesehatan Hewan Nasional (Isikhnas), bisa memabntu petugas," tambahnya.

Panitia penyelenggara, drh. Rudi Harso Nugroho, M. Biomed, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan hewan dalam melapor kejadian penyakit hewan.

" Saat ini kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penyakit hewan lainnya sedang marak. Sehingga dibutuhkan tenaga kesehatan hewan yang mampu melaporkan setiap kasus ke dalam sebuah system Isikhnas," jelasnya.

Cokter hewan berwenang Kabupaten Bintan dan koordinator kesehatan hewan Kabupaten Bintan, drh. Iwan Berri Prima, juga sebagai peserta memberikan apresiasi kepada panitia, terutama Balai Veteriner (BVet Bukittinggi).

"Alhamdulillah, selama ini BVet Bukit Tinggi selalu membantu Bintan dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan. Karena, dengan hewan sehat maka masyarakat sehat, masyarakat sejahtera," tukasnya. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar