Tradisi khataman Al-Qur'an di Lingga Masuk Dalam WBTB

KBRN, LINGGA : Tradisi budaya yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat di negeri bunda tanah melayu Kabupaten Lingga memang sangat menarik untuk dilihat.

Salah satunya yakni tradisi khataman Al-Qur'an, dimana pelaksanaan dilakukan setelah yang bersangkutan menamatkan atau menyelesaikan pelajaran bacaan kitab suci umat muslim yakni Al-Qur'an.

Dan hampir di seluruh kabupaten Lingga tidak melupakan tradisi yang satu ini.

Uniknya sebelum memulai pembacaan khataman Al-Qur'an, orang yang melakukan khatam akan di arak atau di tandu terlebih dahulu menggunakan properti yang telah disediakan.

Budayawan Sekaligus pegiat sejarah Kabupaten Lingga Lazuardi mengatakan, khatam Al-Qur'an merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu.

"Khatam Al-Qur'an merupakan bentuk kebanggan orangtua yang mana anak-anaknya telah menamatkan 30 Juz Al-Qur'an," kata Lazuardi, Selasa (17/5/2022)

Dijelaskan Lazuardi bahwa ini merupakan bentui terimakasih kepada gurunya yang telah mengajarkan hingga anak tersebut menyelesaikan bacaan Al-Qur'annya.

"Tradisi ini merupakan bentuk ucapan terimakasih murid kepada gurunya dengan menggelar khataman," ujarnya

Diketahui khatam Quran sendiri termasuk kedalam warisan budaya tak benda (WBTB) yang ditetapkan oleh Kemendikbud pada 2018 lalu.

Hingga saat inu prosesi atau khataman Al-Qur'an masih ditemukan di Lingga terutama pada setiap acara pernikahan. (Wn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar