Peningkatan SWRO Di Pulau Penyengat Akan Dilakukan Bulan Depan

KBRN, Kepri : Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepri Albert Reinaldo mengatakan  bahwa di Bulan Februari mendatang pekerjaan peningkatan kapasitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) serta penyambungan ke rumah warga yang merupakan bagian dari peningkatan kawasan kumuh akan dimulai dilakukan. Dimana SWRO merupakan menggunakan membran Reverse Osmosis (RO) untuk memisahkan kandungan garam yang terkandung untuk didapatkan air tawar.

"Akan dilakukan peningkatan kapasitas SWRO sebesar 2,5 liter perdetik sehingga menjadi 5 Liter perdetik dari sebelumnya 2,5 liter perdetik. Sedangkan untuk penyambungan ke rumah warga akan ditambah sebanyak sekitar 600 rumah setelah sebelumnya telah tersambung ke 107 rumah di tahun lalu" kata Albert.

Mengenai peningkatan kawasan kumuh, menurut Albert, Kepri mendapat keistimewaan dengan menjadi salah satu dari enam provinsi di Indonesia yang mendapat kepercayaan untuk menata kawasan kumuh dari pemerintah pusat.

"Ini berkat dorongan dan kerja keras Gubernur Kepri dan Walikota Tanjungpinang. Untuk itu kita patut bersyukur Kepri dapat terpilih dalam enam provinsi dari 34 provinsi yang ada di Indonesia" ungkapnya.

Sementara itu  Walikota Tanjungpinang   Rahma menghimbau warga penyengat untuk mendaftar dalam sambungan air SWRO, meskipun sudah memiliki sumber air sendiri. Karena ke depan tidak ada susulan penyambungan baru.

"Karena dari rencana penyambungan sebanyak 600 rumah, berdasarkan survey baru ada sebanyak 320 rumah yang bersedia melakukan sambungan. Untuk itu karena disini juga hadir forum RT RW, saya minta bantuan untuk menghimbau warganya agar ikut mendaftar" himbau Rahma.

Untuk informasi biaya yang harus dikeluarkan oleh warga penyengat untuk air siap minum hasil olahan SWRO adalah sebesar lima belas ribu rupiah per meter kubik dan biaya beban setiap bulan tujuh ribu rupiah.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar