Sejumlah Mahasiswa Menggelar Diskusi Dan Nobar Film Dokumenter, Edukasi Masyarakat Terkait Bahayanya Batu Bara

KBRN, Bintan: Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD Hima Persis) Tanjungpinang berkolaborasi bersama Volks News serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tanjungpinang-Bintan dalam melaksanakan agenda Nonton Bersama (Nobar) dan diskusi film dokumenter BaraDwipa di Kedai Kopi Rakyat Batu 8 Atas, Minggu (28/11/2021).

Agenda ini digelar sebagai bentuk atensi mahasiswa terhadap eksploitasi dan penggunaan energi tidak terbarukan khususnya di Pulau Sumatera seperti Batu Bara. Film ini menjelaskan mengenai impact penggunaan Batu Bara terhadap lingkungan sekitar dan juga berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

"Eksploitasi Batu Bara di beberapa wilayah di Pulau Sumatera membuktikan bahwa  Sumatera memiliki potensi SDA yang kaya namun, eksploitasi yang dilakukan oleh korporasi banyak memberikan dampak negatif kepada masyarakat sekitar terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat khususnya" Ujar Zulkarnain Sekjen Hima Persis Tanjungpinang.

Cadangan Batu Bara saat ini di Indonesia mencapai 38,84 miliar. Dengan produksi batu bara 600 juta ton per tahun maka umur cadangan batu bara bisa bertahan selama 65 tahun. Telah tercatat di Kementerian ESDM bahwa Indonesia masih memiliki SDA batu bara sebesar 143,7 miliar ton dan sebagian besar cadangan tersebut berada pada Pulau Sumatera dan Kalimantan. Pada tahun 2020 produksi batu bara telah terealisasi di angka 558 juta ton dengan DMO sekitar 134 juta ton. Pada tahun 2021, produksi ditargetkan mencapai 625 ton dengan DMO mencapai 137,5 juta ton.

Zulkarnain menambahkan, bahwa akan terjadinya peningkatan produksi batu bara pada tahun 2021 mengacu pada target yang telah ditetapkan. Terjadinya peningkatan produksi tentu dikarenakan kebutuhan penggunaan energi tersebut, hal ini menjadi pertanyaan yaitu bagaimana komitmen pemerintah dalam mengurangi penggunaan energi tidak terbarukan seperti batu bara.

Menurutnya, potensi Indonesia cukup besar terhadap energi terbarukan seperti energi surya, angin, pasang surut air laut dan sebagainya. Pulau Sumatera memiliki potensi besar terhadap energi terbarukan tersebut khususnya di Kepulauan Riau. Hanya saja pemerintah masih minim orientasi terhadap penggunaan energi terbarukan terlihat dari tidak adanya political will oleh pemerintah untuk mengubah arah penggunaan energi tersebut.

Kegiatan tersebut dibuka secara umum sehingga banyak masyarakat yang turut serta dalam agenda tersebut. Tujuannya untuk memberikan edukasi kembali kepada masyarakat terkait penggunaan Batu Bara yang tidak ramah lingkungan.

Nobar ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada masyarakat terkait bagaimana kondisi lingkungan Indonesia yang kian hancur setiap waktunya akibat aktivitas pertambangan apalagi tambang ilegal. Dibutuhkan langkah konkrit terhadap penyelesaian masalah yang terjadi agar Indonesia mampu masuk pada tahap Net Zero.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Volks News dengan berkolaborasi bersama Hima Persis Tanjungpinang dan IMM Tanjungpinang-Bintan. Kegiatan tersebut juga sebagai silaturahim antar kader dari Hima Persis dan IMM Tanjungpinang-Bintan. Ke depannya agenda-agenda kolaborasi seperti Nobar tersebut akan menjadi program yang baik sebagai wujud harmonisasi dan solidaritas satu sama lainnya. (rn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar