DWP Kemenag Bintan Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Pembinaan Keluarga Harmonis

KBRN, Bintan: DWP (Dharma Wanita Persatuan) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bintan yang diketuai oleh Dra. Ermayati, M.M. menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan tema Peduli dan Berbagi, sekaligus Pembinaan Keluarga Harmonis. Kegiatan bertempat di Aula Kantor Kemenag Bintan dan diisi oleh narasumber drg. Rida Siagian yang juga merupakan penggiat parenting dan pembinaan keluarga. Ketua DWP Kemenag Bintan, Ermayati, dalam sambutannya mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan program DWP Kemenag RI yang diturunkan ke DWP satuan kerja di daerah. Dalam melaksanakan program ini, DWP Kemenag Bintan  mensejalankannya dengan pembinaan keluarga harmonis. Terkait pembinaan keluarga, Erma mengungkapkan, hal ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang bagaimana seorang istri membentuk keluarga menjadi harmonis. Ia menambahkan, kegiatan pembinaan keluarga seperti ini seharusnya dapat diikuti bersama pasangan agar dapat memahami bersama konsep keluarga harmonis, namun karena kendala kesibukan dan kondisi pandemi yang melarang kerumunan sehingga hanya anggota dan pengurus DWP yang diundang saat itu. “Semoga dengan kegiatan ini mencerahkan pemahaman kita dalam membentuk keluarga yang harmonis. Dengan demikian, kita akan mengetahui apa yang harus memperbaiki dan apa yang belum dilakukan dalam menjalankan peran kita sebagai istri dan ibu dalam keluarga,” ungkap Erma, Jumat (26/11/21). Kemudian, kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Bintan, H. Erman Zaruddin. Erman mengatakan untuk mendukung kesuksesan program DWP, ia mengajak untuk membuat Komitmen Bersama agar kegiatan DWP dapat didukung oleh seluruh pengurus dan anggota nya. Ia juga berpesan pengurus DWP memperhatikan kerapian administrasi dengan baik. “Jika perlu waktu kegiatannya ditetapkan jauh hari agar masing-masing anggota dapat mengatur jadwal pribadi nya untuk dapat menghadiri kegiatan DWP. Kalau tidak ada komitmen bersama maka tujuan kegiatan akan sulit tercapai. Jangan anggap remeh pertemuan karena selain menjalin silaturahmi juga menambah usia dan rezeki,” kata Erman. Sehubungan dengan tema kegiatan, Erman menyatakan bahwa membentuk dan menjaga keluarga yang harmonis adalah tugas bersama antara suami dan istri. Supaya hubungan suami istri dapat langgeng maka diperlukan kebersamaan dan pemahaman yang kuat. “Keluarga yang harmonis ada karena keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani seperti sandang, pangan, papan, dan kebutuhan rohani seperti rasa aman, nyaman, bahagia. Keluarga yang harmonis menuntut kerja sama dan tanggung jawab dari kedua belah pihak (red: istri dan suami).” tutur Erman. Sebelum ke kegiatan inti, terlebih dahulu dilaksanakan program Jumat Berkah yakni penyerahan bantuan paket sembako kepada 7 orang yang terdiri dari 6 orang PPNPN (pegawai pemerintah non pegawai negeri) dan 1 orang warga tidak mampu. Ketua DWP Kemenag Bintan saat itu berharap bantuan sembako yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu meringankan kebutuhan mereka. Lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi dari narasumber, drg. Rida Siagian. Ia menyampaikan 4 poin penting dalam membentuk keluarga yang harmonis. Pertama, menjalankan kehidupan rumah tangga dengan berlandaskan ilmu agama. Menurutnya, jika dalam berumah tangga berpegang pada ilmu agama maka kebahagiaan berorientasi pada keberkahan rezeki bukan pada ukuran materi. “Tujuan berumah tangga itu kebahagiaan bukan kesenangan. Kalau kesenangan itu identik dengan materi duniawi. Jika tidak ada pendidikan agama, maka ketika mendapatkan rezeki langsung dilampiaskan dengan kesenangan duniawi. Harusnya, rezeki yang diterima itu ditaddaburi agar semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Swt,” terang Rida. Rida juga menekankan bahwa pendidikan agama dalam keluarga itu penting. Jika pendidikan agama didapat dari luar atau sekolah, maka tatkala sang anak pulang ke rumah mereka akan kembali bermalas-malasan dalam beribadah dan fokus pada hiburan duniawi karena tidak mendapatkan ilmu agama di rumah. “Tugas wanita ketika sudah berumah tangga itu hanya 2, yaitu melayani suami di kasur dan mendidik anak. Selain itu bisa diselesaikan dengan bantuan dari pihak lain (red: orang luar),” ujarnya. Poin kedua, menjaga rasa sabar dan syukur. Rida mengajak agar para istri dapat melihat kelebihan suami ketika sedang dilanda amarah, dengan begitu akan menjadi lebih sabar. Mengawali penjelasan terkait rasa syukur, Rida membeberkan bahwa rezeki diberikan oleh Allah sesuai kebutuhan, jika merasa tidak cukup maka berarti hal tersebut diukur dengan keinginan semata. Oleh karena itu, konsep bahagia dan kecukupan rezeki orang lain tidak sama satu dengan yang lain. “Konsep bahagia dan rasa syukur bukan perkara jumlah tetapi rasa cukupnya. Belum tentu yang banyak itu cukup  dan yang sedikit itu kurang. Belum tentu yang berlebih itu bahagia dan yang cukup itu sedih,” urainya. Untuk itu kita harus minta rasa yang cukup tersebut kepada Allah, karena kalau tidak merasa cukup maka akan capek oleh keinginan yang tiada habisnya. Rezeki itu apa yang sudah kita nikmati, yang masuk ke perut kita. Sedangkan tabungan yang disimpan belum tentu rezeki kita, tetapi tetap nanti dihisab di akhirat,” katanya. 2 poin terakhir membentuk keluarga harmonis adalah, menutup aib keluarga dan menjaga halal dan haram nya rezeki. Disebutkannya, jika dalam suatu keluarga tidak tenang, atau salah satu anggota keluarga yang sering bermasalah maka harus dicek dari mana sumber harta yang dikonsumsinya. (rel/rn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar