Mayoritas Pengidap HIV adalah Kelompok Lelaki Penyuka Sesama Jenis

KBRN, Tanjungpinang : Kelompok lelaki penyuka sesama jenis merupakan bagian masyarakat yang menjadi kelompok paling banyak mengidap HIV (human immunodeficiency virus).

Dijelaskan Handono Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, bahwa laki-laki menjadi bagian dominan kelompok pengidap HIV yang kemudian disusul oleh para Ibu hamil.

“Paling banyak itu laki-laki, terutama kelompok Lelaki penyuka sesame jenis. Jumlahnya tiap tahun selalu mendominasi,” Ujar Handono, Jum’at (26/11)

Dikatakan Handono juga, selain lelaki penyuka sesame jenis lelaki yang sering jajan di luar juga turut menjadi alasan tingginya penularan HIV tersebut.

Yang menjadi miris, para pengidap HIV tersebut dapat menularkan virus HIV kepada isterinya di rumah tanpa diketahui. Sehingga para isteri sering menjadi korban penularan HIV oleh suami tanpa mereka sadari. Penularan HIV terhadap ibu hamil tiap tahunnya bisa mencapai 10 kasus.

“Tiap tahun selalu ada kasus Ibu Hamil yang tertular HIV tanpa mereka sadari,” ucap Handono lagi.

Saat ini dirinya mengatakan, para Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan akan sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan HIV. Dirinya menerangkan hal ini dikarenakan salah satu penularannya HIV adalah dari ibu dan anak.

Meskipun begitu, dengan kesadaran yang lebih awal terhadap virus HIV penularan terhadap anak di dalam kandungan dapat dihindari. Yakni dengan mengikuti program pencegahan HIV dari ibu dan anak.

Namun, meskipun pemeriksaan HIV ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan para ibu hamil. Masih banyak ibu hamil yang tidak bersedia melakukan pemeriksan tersebut, dengan berbagai macam alasan. Padahal ini akan sangat mempengaruhi kehidupan anak yang sedang berada di dalam kandungan kedepannya nanti.

“Kasihan anaknya nanti, kalau tertular harus menanggung ini seumur hidup,” ucapnya.

HIV sendiri sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan. Berbagai terapi dan obat yang tersedia merupakan upaya memperlambat perkembangan penyakit ini. Sehingga dapat memperlama harapan hidup para penderita.

Handono berharap para korban HIV untuk dapat diterima di tengah-tengah masyarakat, dan memperoleh kehidupan layaknya masyarakat normal. (yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar