DP3APM Terus Intensifkan Layanan Penganduan Kekerasan Perempuan dan Anak

KBRN, Tanjungpinang : Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) secara intensif terus meningkatkan pelayanan pengaduan masyarakat terhadap kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak.

Kepala Dinas DP3APM Rustam mengaku bahwa kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ini merupakan fenomena gunung es. Dimana kasus yang tertangani ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kasus yang sebenarnya terjadi di dalam masyarakat.

Dirinya mengaku, keseriusan pemerintah dalam melakukan pelayanan para korban belakangan ini setidaknya telah menunjukkan peningkatan jumlah pengaduan oleh para korban.

"Tahun 2021 ini, setidaknya kita mengalami peningkatan pengaduan yang dilakukan oleh masyarakat, dan ini juga bukan indikasi kasusnya meningkat karena kasusnya memang banyak di masyarakat namun tidak terungkap," ujar Rustam pada Jum'at (26/11/2021).

Selain itu untuk kasus kekerasan ini sendiri memang terjadi peningkatan sejak terjadinya pandemi pada tahun 2020 lalu. Dengan perempuan kebanyakan menjadi korban kekerasan dan anak-anak menjadi korban kekerasan seksual.

"Pada 2020 lalu memang ada laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak sekitar 10%," ungkap Rustam.

Sementara untuk tahun 2021 ini peningkatan terjadi untuk kasus kekerasan terhadap anak yang juga naik sebanyak 10%.

DP3APM sendiri, sebagai lembaga pemerintah yang menangani kasus ini telah menyediakan berbagai layanan seperti layanan pengaduan, konseling, serta penanganan pasca kejadian oleh tenaga profesional.

"Kita sudah punya berbagai layanan pengaduan baik digital maupun tidak, bahkan kita juga membuka layanan pengaduan dari tingkat RW," ucap Rustam.

Dirinya berharap masyarakat tidak lagi ragu dan takut untuk melakukan pengaduan terhadap kasus kekerasan yang dialaminya. DP3APM juga menyediakan nomor yang dapat dihubungi masyarakat jika membutuhkan bantuan professional yakni 08228679448 untuk layanan pengaduan dan 081325726366 untuk layanan konseling dan edukasi. (Yn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar