6 Ribu Nelayan Di kepri Harus Sejahtera

KBRN, Kepri : Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono  6 ribu Nelayan di kepri dapat di jamin kesejahteraannya melalui sector perikanan. Untuk mencapai hal itu tentunya   harus ada industry perikanan   dan pengusaha yang diberdayakan.

Dirinya juga mengatakan bahwa sejumlah kebijakan terkait perikanan  akan diterapkan  pada tahun  2022 mendatang. Kebijakan tersebut adalah hasil tangkap yang di peroleh di suatu daerah , harus di jual di daerah tangkapan tersebut. Tidak dibawa atau di jual di daerah lainnya .

“Setelah kita memilah dan melihat secara langsung, melalui kebijakan ini nantinya sektor perikanan benar-benar akan memberikan manfaat bagi negara,” katanya saat membuka Sosialisasi Program Prioritas Perikanan Budidaya dan Penangkapan Terukur, di Natra Resort, Lagoi, Kabupaten Bintan, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya nelayan lokal di Kepri harus meningkat kesejahteraannya. Solusinya seperti yang telah ia bicarakan sebelumnya, yaitu dengan proses dan hasil perikanannya ditransaksikan di Kepri.

"Untuk pelabuhan khusus pengelolaan ikan di Kepri sudah ada di Natuna dan Batam. Keduanya harus dikelola dengan baik" pinta Menteri Wahyu.

Ke depan, perikanan moda tangkap akan menerapkan sistem berbasis kuota. Akan diidentifikasi berapa besaran kuota di Kepri yang ada, dan berapa yang boleh ditangkap.

"Kuota ini nantinya akan dibagi 2, ada kuota hak untuk nelayan lokal, dan kemudian kuota untuk industri. Jadi industri tidak boleh mengambil melebihi kuota dan jika dilanggar akan dikenakan pinalti" ujar Menteri Wahyu.

Khusus untuk kuota nelayan lokal, prosesnya akan dibantu melalui koperasi dengan bekerja sama dengan Pemda. Kalau dalam prosesnya tidak memenuhi kuota, akan dibantu dengan kapal-kapal lebih besar dengan sisten berkelompok.

"Kalau tidak bisa juga akan dikembangkan sistem budidaya. Hak kuotanya dapat dijual ke industri dengan transaksi melalui koperasi, ini sebagai salah satu model supaya ekonomi bergerak disini" imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar