Tagihan Biaya Penanganan PMI di Kepri Mencapai 13 Milyar Rupiah

KBRN, Kepri : Pemulangan Pekerja Migran Indonesia PMI melalui propinsi kepulauan riau yang dilakukan sejak tahun 2020 hingga saat ini menghabiskan anggran sebesar 13 milyar rupiah.  Dari jumlah tersebut baru dibayarkan oleh pemerintah pusat sebesar 2 Milyar rupiah.

Gubenur kepulauan Ansar Ahmad  saat Ahmad menemuai  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen Suharyanto di Jakarta pada  Kamis (25/11). Menurut Gubernur   Pada tahun 2020, tercatat sekitar 68 ribu orang PMI masuk melalui Kepri, sementara pada tahun 2021 tercatat sejumlah 40 ribu orang.

"Sekarang yang menjadi kendala itu terkait tagihan biaya penanganan mereka, sekarang total tagihannya sudah 13 miliar Rupiah, sementara yang baru dibayarkan baru sekitar 2 miliar Rupiah," ujar Gubernur.

Menanggapi hal itu, Mayjen Suharyanto mengatakan bila saat ini BNPB memang tengah berusaha secepatnya untuk menyelesaikan masalah pembiayaan tagihan satgas penanganan pandemi Covid-19 dan juga PMI.

"Tidak hanya di Kepri, beberapa daerah lain seperti Jawa Timur dan Kalimantan juga seperti itu, kita akan selesaikan secepatnya," ujar Suharyanto.

Selanjutnya Mayjen Suharyanto mengingatkan agar Kepri bersiap untuk menghadapi libur natal dan tahun baru nanti. Sesuai dengan hasil rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, dirinya menyebutkan agar Kepri melakukan pengetatan mobilitas masyarakat selama libur nataru.

"Jangan sampai nantinya fluktuasi pandemi di Kepri yang sudah sangat melandai ini menjadi melonjak kembali hanya karena kita kecolongan dan tidak waspada," ujarnya.

Terakhir Mayjen Suharyanto mengapresiasi Pemprov Kepri bersama seluruh Forkompinda yang menurutnya berhasil melakukan capaian vaksinasi yang demikian tinggi. Mengingat kontur geografis Kepri yang berbentuk kepulauan tetapi justru tidak menghambat upaya pemerintah melindungi warga negara dengan vaksinasi.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar