Jauhi Narkoba Dengan Kegiatan Spiritual

KBRN, Tanjungpinang: Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bintan, H. Rostam Efendi, mewakili Kepala Kantor menjadi narasumber pada Pelatihan Pencegahan Dan Roadshow Antinarkoba Bagi Pemuda.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bintan di Bintan Pearl Beach Resort Jalan Pantai Trikora Km. 40 Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang.

Dalam materinya, Rostam menjelaskan tentang makna membentengi diri bagi pemuda khususnya pelajar yaitu, menyiapkan alat dan perangkat supaya tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

 Diantaranya melalui ritual ibadah/kegiatan spiritual dan dengan menyibukkan diri melalui kegiatan positif.

“Secara spiritual, yaitu dengan makna mengimani bahwa perbuatan baik dan buruk manusia harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt di hari akhir nanti. Artinya dengan keyakinan pelajar dapat memahami bahwa narkoba bukan hanya mengakibatkan kehancuran hidup di dunia tapi yang paling bahaya lagi di akhirat karena akan mendapat balasan murka Allah di dalam nerakanya,’’ terang Rostam pada kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta perwakilan SMA, SMK, dan Aliyyah se- Kabupaten Bintan.

Untuk menegaskan pernyataannya tersebut Rostam mengutip Q.S. Al Maidah ayat 90 yang artinya, wahai orang-orang yang beriman! sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

“Dalam Q.S. Al Maidah ayat 90-91 tersebut Allah Swt memberi peringatan yang jelas kepada orang beriman untuk tidak mengkonsumsi minuman keras/narkoba karena itu bagian dari bujuk rayu setan yang sangat menginginkan manusia celaka, terjerumus dalam permusuhan dan merugi,” imbuhnya.

“Cara yang kedua agar setan tidak punya kesempatan menggoda dengan narkoba maka pelajar harus punya kegiatan bermanfaat untuk diri dan orang lain. Dalam bahasa agama disebut amal saleh, seperti belajar, mengikuti majelis ilmi, dan melakukan kegiatan ekstrakurikuler,” sambungnya. (ril/rn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar