Sempat Hilang Komunikasi, Pendi Kembali ke Indonesia

KBRN, Bintan : Sempat hilang komunikasi selama 7 bulan, akhirnya seorang nelayan desa Mantang Lama, bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah menjalani hukuman di Johor, Malaysia.

" Iya, baru sepekan ini dipulangkan dari Johor, Malaysia," ujar seorang nelayan desa Mantang Lama, kecamatan Mantang, Bintan, Kepulauan Riau, Pendi, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, ia di tahan Kepolisian Johor, Malaysia, setelah dijatuhi hukuman selama 5 bulan tahanan dan menjalani proses hukuman 4 bulan 10 hari. Karena ia diduga telah memasuki wilayah perairan Johor, ketika sedang menangkap ikan, September 2020.

Meski demikian, kini ia merasa bahagia, karena dapat berkumpul kembali bersama keluarga yang baru berlangsung, sejak 12 Oktober 2021. Sebelum tiba di Mantang, menjalani karantina di Batam.

" Waktu baru sampai di Batam dari Johor, saya menjalani karantina untuk mencegah Covid-19 selama satu minggu. Alhamdulillah, hasilnya negatif. Setelah itu, baru pulang ke Mantang," terangnya. 

Pendi, mengajak para nelayan di Kepri, khususnya Bintan, jika memancing sebaiknya berhati-hati agar tidak sampai memasuki wilayah perairan perbatasan antara Indonesia dengan Singapura dan Malaysia. 

" Kalau mancing itu setidaknya memperhatikan wilayah perairan perbatasan. Supaya, kita tidak sampai masuk ke wilayah perairan negara orang lain. Guna menghindari persoalan hukum," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Pendi, sempat hilang kontak selama 7 bulan setelah diputuskan bersalah dalam persidangan di Johor, Malaysia. Karena, setelah ada putusan, ia langsung menjalani hukuman di rumah tahanan sehingga tidak bisa komunikasi dengan keluarga di Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00