Jadi Langganan, Limbah Minyak Kotori Pantai Bintan Pesisir Tiap Tahun

KBRN, Bintan: Permasalahan limbah minyak di Bintan menjadi langganan di akhir tahun tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karna berdampak langsung kepada Nelayan sekitar.

Menurut keterangan Ketua DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Provisi Kepulauan Riau (Kepri), Syukur Hariyanto, S.IP kejadian ini masih terus berlangsung dan merusak ekosistem dan terumbu karang perairan Bintan pesisir.

“Kejadian ini sudah menjadi langganan tiap tahun kita, mengotori pantai pesisir, merusak terumbu karang dan menyulitkan nelayan tradisional,” terangnya Syukur Minggu (26/09/2021).

Menurut dugaan Syukur kejadian ini dilakukan oleh kapal Asing yang masuk keperbatasan dan membuang libah di perairan Bintan pesisir.

“Jadi secara prosedur mereka harus mencuci Tankinya di Malaysia atau Singapore, karna biaya nya besar, jadi oknum-oknum tertentu melakukan di tengah laut,” tuturnya.

“Mereka ini membuang limbah minyak tidak secara langsung, mereka bungkus dulu baru mereka buang,” tambahnya.

Ketua Umum DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Bintan, H. Baini mengharapkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat, maupun Provinsi Kepri.

“Sudah banyak Kawan-kawan yang mengluhkan masalah limbah ini, kalau terus berulang-ulang kasihan para nelayan dan terumbu karang di laut,” jelas baini

Dalam penyampaiannya Baini meminta perhatian dari Gubernur Kepulauan Riau agar masalah ini dapat terselesaikan. (rn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00