DPRD Kepri Menyayangkan Karangan Bunga Sebagai Bentuk Protes

KBRN, Tanjungpinang : DPRD Provinsi Kepri menyayangkan adanya papan bunga sebangai bentuk protes tenaga kesehatan di depan RSUD Raja Ahmad Thabib dan juga di depan Gedung Daerah Provinsi Kepri.

Rudi Chua selaku anggota DPRD Provisni Kepri mengaku mengerti bahwa papan bunga ini merupakan bentuk kekecewan tenaga kesehatan yang belum mendapatan insentif selama delapan bulan kebelakang ini.

“Menurut saya papan bunga ini merupakan system menagih model baru yang memang secara etika itu kurang, namun dampaknya cepat sekali ditindaklanjuti”, ujarnya dalam dialog bersama RRI pagi tadi.

Dirinya memaklumi adanya protes ini, menurutnya tenaga kesehatan merupakan garda terdeoan yang berhadapan langsung dengan paparan covid19. Sudah seharusnya mereka mendapatkan perhatian dan prioritas dari pemerintah. Insentif ini cukup penting bagi tenaga kesehatan, meskipun dengan insentif yang belum dibayarkan mereka tetap bekerja dengan baik.

“Jangan sampai tenaga nakes kita itu priok nasinya tidak berasap”, ujarnya lagi.

Menurutnya saat ini Pemerintah sedang beralih system dari SIMDA ke SIP, sehingga masalah keterlambatan pembayaran insentif sedanng dialami oleh semua Dinas. Walaupun alasan ini bukan sebagai pembenaran tenaga kesehatan yang belum menerima insentif selama delapan bulan.

Dirinya menilai ketersediaan nakes yang ada saat ini sebenarnya sudah cukup, namun dengan adanya kegiatan vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah tenaga kesehatan yang ada menjadi kurang. Tambahan tenaga relawan untuk menangani masalah-masalah administrative dinilai cukup membantu untuk mengisi kekurangan tenaga kesehatan ini.

Sementara itu perkembangan covid19 di Kepulauan Riau yang masih meningkat setiap hari dinilai berasal dari masyarakat yang sudah mulai bosan menjalani protokol kesehatan sekian lamanya. Selain juga disinyalir ada perkembangan varian virus baru yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Namun hal ini masih perlu dikaji lebih lanjut. (Yn/Rb)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00