52 Desa di Karo Terdampak Abu Sinabung

KBRN, Medan: Sebanyak 52 desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terdampak abu vulkanik gunung Sinabung.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin mengatakan, hingga saat ini total ada 4 Kecamatan yang terdampak hujan abu vulkanik. Daerah tersebut yakni Kecamatan Tiganderket sebanyak 17 Desa, Kecamatan Kutabuluh 8 Desa, Kecamatan Tigabinanga 15 Desa dan Kecamatan Lau Baleng 12 desa. Total 52 desa yang terdampak. 

“Ada 4 Kecamatan (terdampak) ada sekitar 52 Desa. Kecamatan Tiganderket, Kutabuluh, Tigabinanga, dan Lau Baleng,” ucap Natanail, Rabu (3/3/2021) pagi. 

Material abu vulkanik menghujani pemukiman warga, jalur transportasi dan merusak perladangan milik warga. Khusus untuk lahan pertanian warga, Natanail mengatakan, kerusakan masih kategori ringan dan sedang dan kini masih dalam pendataan Dinas pertanian Karo. Namun, untuk tanaman usia muda, berpotensi petani mengalami gagal tanam.

“Kalau untuk abu vulkanik mengganggu aktivitas warga, jalur-jalur transportasi, dan merusak lahan pertanian. Kerusakan Lahan pertanian masih di data Dinas pertanian namun sepertinya rusak ke ringan dan sedang. Ada beberapa tanaman muda ya pasti gagal. Tapi, kalau tanaman sudah tua masih bisa diselamatkan,” jelasnya.

Saat ini, petugas gabungan terus melakukan upaya penyiraman jalur-jalur transportasi yang terpapar abu vulkanik termasuk di Kecataman Kutabuluh. Termasuk membagikan masker kepada warga untuk menghindari warga terhirup material abu. Selain itu, kondisi di sejumlah lokasi terdampak juga masih tertutup kabut pada rabu pagi. Sejumlah wilayah yang terpapar abu vulkanik juga sedang diguyur hujan sehingga cukup membantu petugas untuk kegiatan penyiraman.

“Ini kebetulan beberapa wilayah yang terpapar abu vulkanik diguyur hujan, tapi kita tetap laksanakan penyisiran ke wilayah – wilayah yang tidak hujan untuk kita lakukan penyiraman. Tertutup kabut dan sebagian hujan dengan intensitas hujan. Tapi di Kecamatan Kutabuluh tidak hujan makanya tim kita kerahkan ke sana. Ada lagi lanjutan di Kecamatan Kutabuluh kita bagikan masker," urainya. 

Hingga saat ini dikatakan Natanail belum ada laporan korban jiwa paska erupsi dasyat kemarin dan warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing. Warga juga sudah dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Kemudian pihaknya juga telah melarang warga untuk melakukan aktivitas di radius 5 kilometer dari kaki gunung untuk sektor timur-tenggara.

“Laporan korban jiwa nihil dan belum ada diungsikan. Wilayah yang berada di radius 5 kilometer dari gunung sudah kita kosongkan ke arah timur-tenggara. Kita himbau warga jangan masuki zona merah, kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau terpaksa, harus menggunakan masker,” imbau Natanail.

Sebelumnya pada Selasa (2/3/2021) kemarin Gunung Sinabung mengalami erupsi sebanyak 13 kali dengan mengeluarkan awan panas guguran. Erupsi terjadi dalam rentang pukul 06.42 WIB hingga pukul 08.20 WIB. Guguran awan panas bahkan mencapai 5.000 meter ke arah Timur-Tenggara, dengan tinggi kolom abu 2 ribu sampai 5 ribu meter dari atas puncak gunung.

BPBD Kabupaten Karo bersama unsur TNI/ Polri masih terus melakukan upaya penanganan paska erupsi Gunung Api Sinabung, pada Selasa kemarin. Petugas gabungan kini terus melakukan penyisiran di daerah yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Sinabung. (Buy) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00